728 x 90

OJK Gencar Dorong IPO demi Gairahkan Kembali Pasar Modal Indonesia

OJK Gencar Dorong IPO demi Gairahkan Kembali Pasar Modal Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggenjot langkah strategis untuk membangkitkan gairah lantai bursa di tengah lesunya pasar modal domestik. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa regulator secara aktif mendorong perusahaan dari berbagai sektor dan skala usaha untuk memanfaatkan penawaran umum perdana saham (IPO) sebagai alternatif pendanaan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggenjot langkah strategis untuk membangkitkan gairah lantai bursa di tengah lesunya pasar modal domestik. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa regulator secara aktif mendorong perusahaan dari berbagai sektor dan skala usaha untuk memanfaatkan penawaran umum perdana saham (IPO) sebagai alternatif pendanaan jangka panjang. Upaya ini menjadi krusial untuk memperkuat likuiditas pasar serta memperluas basis investor ritel dan institusi.

Program sosialisasi dan edukasi yang digencarkan OJK tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga perusahaan menengah dan entitas dengan potensi pertumbuhan tinggi. Melalui coaching clinic dan forum diskusi yang melibatkan pelaku pasar, calon emiten diberikan pemahaman menyeluruh mengenai manfaat menjadi perusahaan terbuka, mulai dari aspek tata kelola, pelaporan keuangan, hingga kepatuhan regulasi. Hasan menekankan bahwa pendampingan ini dirancang untuk mengatasi hambatan teknis yang seringkali menghalangi perusahaan melangkah ke pasar modal.

Dalam pelaksanaannya, OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalankan program pengembangan perusahaan potensial daerah menuju IPO. Program coaching clinic tersebut melibatkan berbagai profesi penunjang pasar modal untuk mendampingi perusahaan secara intensif, terutama bagi mereka yang masih menghadapi kendala dalam proses persiapan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan arus IPO yang lebih merata dari berbagai wilayah, bukan hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Selain pendampingan, OJK juga tengah mengkaji kemungkinan pelonggaran regulasi untuk menarik lebih banyak emiten baru, terutama dari sektor teknologi dan ekonomi digital. Jika terealisasi, kebijakan ini berpotensi meningkatkan volume IPO secara signifikan dalam jangka pendek, memberikan angin segar bagi pasar modal yang sedang lesu. Bagi investor, peningkatan jumlah perusahaan tercatat akan membuka lebih banyak opsi diversifikasi portofolio dan potensi capital gain di masa mendatang.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos