Emiten farmasi PT Merck Tbk (MERK) telah mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan akan membagikan total dividen sebesar Rp123,2 miliar atau setara Rp275 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 5 Juni 2026, dengan pembayaran efektif pada 24 Juni
Emiten farmasi PT Merck Tbk (MERK) telah mengumumkan jadwal pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan akan membagikan total dividen sebesar Rp123,2 miliar atau setara Rp275 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 5 Juni 2026, dengan pembayaran efektif pada 24 Juni 2026. Besaran dividen ini menjadikan MERK sebagai salah satu emiten dengan dividen per saham tertinggi pada periode tersebut, menarik perhatian investor yang mengincar pendapatan pasif.
MERK merupakan bagian dari grup global Merck KGaA yang berbasis di Darmstadt, Jerman, dan telah beroperasi di Indonesia sejak 1970. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MERK dan bergerak di bidang manufaktur, pemasaran, serta distribusi produk farmasi dan kimia khusus. Lini usahanya mencakup obat resep, produk kesehatan konsumen, terapi kesuburan dan kesehatan reproduksi, distribusi produk farmasi impor dari grup Merck global, serta produk kimia dan life science untuk kebutuhan industri dan laboratorium. Dengan jangkauan pasar yang luas, MERK melayani segmen rumah sakit, klinik, dan laboratorium penelitian di seluruh Indonesia.
Dari sisi kinerja keuangan, MERK mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,83 triliun pada tahun 2025, turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan pada periode yang sama tercatat Rp154,9 miliar, merosot 34% dari Rp234,7 miliar pada 2024. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan industri farmasi nasional yang dihadapkan pada persaingan ketat dan kenaikan biaya operasional. Namun, struktur permodalan tetap solid dengan total aset Rp3,59 triliun dan ekuitas Rp3,02 triliun. Kepemilikan saham didominasi oleh pihak asing, di mana Emedia Export Company GmbH dan Merck Holding GmbH menguasai 86,65% saham, sementara publik hanya memiliki 13,35%.
Pembagian dividen sebesar Rp275 per saham memberikan imbal hasil yang atraktif bagi investor, terutama di tengah fluktuasi pasar. Meskipun laba bersih menurun, kebijakan dividen yang tetap agresif mencerminkan komitmen pemegang saham utama untuk memberikan nilai tambah. Ke depan, prospek MERK akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya dan mempertahankan pangsa pasar, serta strategi global dari induk usahanya di Jerman. Dengan dominasi asing dan likuiditas yang terbatas di pasar sekunder, pergerakan harga saham MERK diperkirakan akan lebih dipengaruhi oleh sentimen industri dan kebijakan dividen.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *