Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, tengah bersiap menuju penawaran saham perdana (IPO) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri AI. Dengan valuasi mencapai US$ 1 triliun atau sekitar Rp 18.060 triliun, investor kini tidak hanya mencermati capaian teknologi perusahaan, tetapi juga dinamika hubungannya dengan pemerintah AS yang sempat memanas. Ketegangan
Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, tengah bersiap menuju penawaran saham perdana (IPO) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah industri AI. Dengan valuasi mencapai US$ 1 triliun atau sekitar Rp 18.060 triliun, investor kini tidak hanya mencermati capaian teknologi perusahaan, tetapi juga dinamika hubungannya dengan pemerintah AS yang sempat memanas.
Ketegangan antara Anthropic dan pemerintah AS bermula awal tahun ini ketika perusahaan menolak menggunakan model AI-nya untuk pengawasan domestik dan sistem persenjataan otonom militer. Penolakan ini berujung pada penetapan status “supply-chain risk” oleh Departemen Pertahanan AS, yang melarang puluhan ribu kontraktor pertahanan menggunakan teknologi Anthropic. Status tersebut biasanya hanya diberikan kepada perusahaan yang terkait dengan negara lawan strategis Washington, menjadikannya langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi perusahaan AS.
Namun, menjelang IPO, hubungan mulai menunjukkan perbaikan. Pada pertengahan April, CEO Anthropic Dario Amodei mengunjungi Gedung Putih untuk membahas peluang kerja sama, menandai kontak resmi pertama sejak konflik muncul. Langkah ini dianggap krusial oleh para analis, mengingat sektor AI semakin terintegrasi dalam proyek keamanan siber dan pertahanan nasional. Perbaikan hubungan dapat membuka kembali akses ke kontrak pemerintah bernilai miliaran dolar, yang berpotensi menjadi katalis positif bagi valuasi saham pasca-IPO.
Meskipun sengketa hukum masih berlangsung, sinyal rekonsiliasi ini memberikan kelegaan bagi investor yang khawatir akan risiko regulasi. Pasar akan terus memantau perkembangan selanjutnya, karena setiap perubahan dalam hubungan Anthropic dengan pemerintah AS dapat langsung berdampak pada prospek pertumbuhan dan kepercayaan pasar terhadap saham perusahaan.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *