PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai realisasi pembagian dividen interim sebanyak tiga kali dalam satu tahun buku, dengan termin pertama sebesar Rp20 per saham yang dibayarkan pada kuartal II-2026. Langkah ini merupakan terobosan baru bagi bank bersandi saham BBCA, yang sebelumnya hanya membagikan dividen final setahun sekali. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai realisasi pembagian dividen interim sebanyak tiga kali dalam satu tahun buku, dengan termin pertama sebesar Rp20 per saham yang dibayarkan pada kuartal II-2026. Langkah ini merupakan terobosan baru bagi bank bersandi saham BBCA, yang sebelumnya hanya membagikan dividen final setahun sekali. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan yang solid, termasuk permodalan yang kuat, likuiditas memadai, serta kualitas aset yang terjaga.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan bahwa dividen interim ini merupakan wujud apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan, serta diharapkan dapat menambah arus kas bagi investor. Rencana pembagian dividen tiga kali setahun telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026, dengan catatan kondisi keuangan perusahaan terus mendukung. Dividen termin pertama ini akan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final tahun buku 2026 yang akan ditetapkan dalam RUPS tahun 2027.
Kinerja keuangan BCA pada kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Kredit tumbuh 5,6% secara tahunan menjadi Rp994 triliun, ditopang oleh dana murah (CASA) yang mencapai Rp1.089 triliun, naik 11,2% year-on-year. Laba bersih konsolidasian BCA dan entitas anak tercatat sebesar Rp14,7 triliun pada periode tersebut. Dengan fundamental yang kuat, manajemen memperkirakan nominal dividen interim berikutnya akan sama dengan termin pertama.
Jadwal pembagian dividen interim ini menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juni 2026, serta ex dividen pada 17 Juni 2026. Investor yang ingin mendapatkan hak dividen harus memiliki saham BBCA sebelum tanggal cum dividen. Langkah ini dipandang positif oleh analis pasar, karena meningkatkan daya tarik saham BCA di tengah ketidakpastian ekonomi global, sekaligus memperkuat posisi BCA sebagai salah satu emiten perbankan dengan kebijakan dividen paling progresif di Indonesia.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *