Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah terkoreksi sebesar 35,3% sejak awal tahun, kinerja emiten investasi justru menunjukkan arah yang berbeda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa fluktuasi pasar bukanlah satu-satunya faktor penentu hasil investasi perusahaan. Beberapa emiten mencatatkan kerugian signifikan, sementara yang lain berhasil membukukan keuntungan besar. Emiten seperti PT Elang Mahkota Teknologi
Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah terkoreksi sebesar 35,3% sejak awal tahun, kinerja emiten investasi justru menunjukkan arah yang berbeda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa fluktuasi pasar bukanlah satu-satunya faktor penentu hasil investasi perusahaan. Beberapa emiten mencatatkan kerugian signifikan, sementara yang lain berhasil membukukan keuntungan besar.
Emiten seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mencatat rugi neto investasi sebesar Rp1,13 triliun pada kuartal I-2026. PT Astra International Tbk (ASII) juga mengalami arus keluar Rp485 miliar dari perubahan nilai wajar investasi lain-lain, sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan kerugian belum direalisasi Rp309 miliar dari investasi. Kerugian ini sebagian besar dipicu oleh penurunan harga saham di portofolio mereka.
Di sisi lain, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) justru mencatat keuntungan neto investasi Rp2,43 triliun, didorong oleh kepemilikan saham di PT Merdeka Battery Materials Tbk dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) juga membukukan keuntungan neto investasi Rp4,13 triliun sepanjang 2025, dengan portofolio yang mencakup saham-saham bluechip seperti TBIG, MDKA, ADRO, dan AADI.
Investor Relations Saratoga, Mellisa Holidi, menegaskan bahwa perseroan tetap berfokus pada optimalisasi nilai portofolio dan efisiensi operasional. Strategi jangka panjang Saratoga diarahkan pada sektor-sektor dengan fundamental kuat seperti layanan kesehatan, energi terbarukan, infrastruktur digital, dan konsumen. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga ketangguhan portofolio di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *