728 x 90

Data NFP Mei Melonjak, Dolar Menguat dan Pasar Saham Tertekan

Data NFP Mei Melonjak, Dolar Menguat dan Pasar Saham Tertekan

Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat bulan Mei mencatatkan lonjakan signifikan yang memicu penguatan dolar AS lebih dari 0,7% terhadap euro. Sebaliknya, pasar saham AS mengalami tekanan berat, dengan indeks NASDAQ merosot sekitar 1,7%. Data ketenagakerjaan yang jauh melampaui ekspektasi ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi masih bertahan, sehingga Federal Reserve (The Fed) mungkin perlu mempertimbangkan

Laporan Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat bulan Mei mencatatkan lonjakan signifikan yang memicu penguatan dolar AS lebih dari 0,7% terhadap euro. Sebaliknya, pasar saham AS mengalami tekanan berat, dengan indeks NASDAQ merosot sekitar 1,7%. Data ketenagakerjaan yang jauh melampaui ekspektasi ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi masih bertahan, sehingga Federal Reserve (The Fed) mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pertanyaan utama yang kini menghantui pasar bukan lagi apakah suku bunga akan naik, melainkan kapan dan seberapa agresif kebijakan pengetatan moneter yang akan diterapkan oleh Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Jumlah pekerja non-pertanian bertambah 172 ribu pada Mei, jauh melampaui konsensus pasar sebesar 86 ribu dan bahkan perkiraan optimistis tertinggi di sekitar 125 ribu. Kejutan ini semakin diperkuat oleh revisi naik data dua bulan sebelumnya sebesar total 93 ribu pekerjaan. Biasanya, Bureau of Labor Statistics (BLS) cenderung melakukan revisi turun, sehingga revisi naik ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar tenaga kerja AS sedang dalam kondisi yang sangat solid. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%.

Laporan NFP juga konsisten dengan indikator tenaga kerja lain yang telah dirilis sebelumnya, seperti klaim pengangguran mingguan yang mendekati level terendah dalam beberapa tahun, serta data ADP dan JOLTS yang sama-sama lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini sejalan dengan risalah rapat FOMC terbaru yang menyebutkan bahwa pasar tenaga kerja kini telah “stabil” setelah periode perlambatan. Bagi sebagian pembuat kebijakan, stabilitas ini menjadi bukti bahwa ekonomi AS tidak memerlukan dukungan berupa suku bunga yang lebih rendah.

Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengadakan pertemuan pada 17 Juni mendatang, kali ini di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Warsh sebelumnya dianggap sebagai simbol harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter, namun ia mewarisi situasi yang membuat diskusi mengenai penurunan suku bunga semakin tidak relevan. Dengan memudarnya kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja, tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga kembali menguat, yang berpotensi menambah volatilitas di pasar keuangan global.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos