728 x 90

Crossing Saham TPIA Rp711,88 Miliar di Bawah Harga Pasar, Sinyal Pelemahan Baru?

Crossing Saham TPIA Rp711,88 Miliar di Bawah Harga Pasar, Sinyal Pelemahan Baru?

EinsNews, JAKARTA – Jelang penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/6/2026), investor melakukan transaksi crossing saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp711,88 miliar. Saham tersebut ditransaksikan melalui pasar negosiasi dengan harga Rp962 per saham, jauh di bawah harga penutupan sesi I yang mencapai Rp1.560. Total saham yang berpindah tangan

EinsNews, JAKARTA – Jelang penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/6/2026), investor melakukan transaksi crossing saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp711,88 miliar. Saham tersebut ditransaksikan melalui pasar negosiasi dengan harga Rp962 per saham, jauh di bawah harga penutupan sesi I yang mencapai Rp1.560. Total saham yang berpindah tangan sebanyak 740 juta lembar. Fenomena crossing dengan harga diskon ini kerap menjadi indikasi tekanan jual besar-besaran atau restrukturisasi portofolio.

Saham TPIA sendiri ditutup melesat 13,45% ke Rp1.560 pada sesi I, setelah bergerak fluktuatif di rentang Rp1.275–Rp1.710. Namun secara year-to-date (YTD) 2026, saham emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu ini telah ambles lebih dari 78%. Penurunan drastis tersebut dipicu oleh keputusan MSCI yang menghapus enam saham Indonesia dari indeks globalnya, termasuk tiga saham Prajogo: TPIA, BREN, dan CUAN. Pelemahan ini turut menekan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang kehilangan Rp1.190 triliun dalam sepekan.

Di tengah volatilitas harga saham, TPIA tetap menunjukkan fundamental bisnis yang membaik. Perusahaan mencatatkan pendapatan kuartal I-2026 sebesar US$2,40 miliar, melonjak dari US$622,09 juta pada periode sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak tercatat US$230,50 juta, berbalik dari rugi US$31,86 juta. Laba periode berjalan mencapai US$205,08 juta, kontras dengan rugi US$23,58 juta di kuartal I-2025. Selain itu, TPIA telah menetapkan dividen tahun buku 2025 sebesar US$30 juta atau Rp6,07 per saham, dengan jadwal cum dividen 25 Mei dan pembayaran 17 Juni 2026.

Analis pasar memandang crossing saham TPIA di bawah harga pasar sebagai sinyal yang perlu diwaspadai. Meski kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, sentimen negatif dari aksi jual investor asing dan penghapusan dari indeks MSCI masih membayangi prospek saham ini dalam jangka pendek. Investor disarankan mencermati perkembangan aksi korporasi dan likuiditas perdagangan TPIA ke depan.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos