PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun pada 2026 dengan margin EBITDA mencapai 69,49%. Target tersebut disampaikan dalam paparan publik perusahaan, yang juga mengumumkan persetujuan RUPS atas pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp118,03 miliar atau setara Rp30 per saham. Langkah ini mencerminkan komitmen BALI untuk terus memperkuat profitabilitas di tengah
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun pada 2026 dengan margin EBITDA mencapai 69,49%. Target tersebut disampaikan dalam paparan publik perusahaan, yang juga mengumumkan persetujuan RUPS atas pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp118,03 miliar atau setara Rp30 per saham. Langkah ini mencerminkan komitmen BALI untuk terus memperkuat profitabilitas di tengah persaingan bisnis infrastruktur telekomunikasi yang semakin ketat.
Sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, BALI mengelola portofolio bisnis yang mencakup penyewaan menara telekomunikasi, transmisi dan bandwidth, operation & maintenance (O&M), fiber to the X (FTTX), data center, hingga layanan VSAT RTGS. Di segmen seluler, perusahaan menjadi pemain dominan di Bali sebagai penyedia menara terbesar, sekaligus salah satu pemasok micro cell pole (MCP) terbesar di Jakarta. Seluruh menara BALI telah terhubung dengan jaringan serat optik dan microwave, sehingga siap mendukung pengembangan 4G dan 5G di masa depan.
Kinerja keuangan sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan solid. Pendapatan tercatat mencapai Rp1,23 triliun, naik 18,45% dibanding tahun sebelumnya, dengan EBITDA sebesar Rp834 miliar dan margin terjaga di level 67%. Dari sisi operasional, BALI mengelola 3.762 site menara dengan 1.899 penyewa. Pada segmen FTTX, jumlah home passed mencapai 274.311 unit, dengan 59.956 pelanggan residensial dan 1.452 pelanggan korporasi. Sementara itu, jaringan VSAT RTGS telah beroperasi di 6.282 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk memperkuat posisi bisnis, sepanjang 2025 BALI melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk pendirian anak usaha PT Paramitra Teknologi Pintar dan akuisisi bertahap atas PT Jelajah Data Semesta yang akan ditingkatkan menjadi kepemilikan penuh. Memasuki 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 62 unit menara MCP serta ekspansi jaringan yang agresif. Dengan fundamental yang solid dan dividen yang menarik, saham BALI berpotensi menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari eksposur pada sektor telekomunikasi infrastruktur yang terus bertumbuh.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *