Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah menerima 75 rencana penawaran umum di pasar modal dengan nilai indikatif hampir mencapai Rp57 triliun. Jumlah ini menunjukkan potensi penggalangan dana yang signifikan meskipun kondisi pasar modal domestik tengah lesu. Hingga Mei 2026, total penggalangan dana di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp68,18 triliun dari 59 aksi penawaran umum.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah menerima 75 rencana penawaran umum di pasar modal dengan nilai indikatif hampir mencapai Rp57 triliun. Jumlah ini menunjukkan potensi penggalangan dana yang signifikan meskipun kondisi pasar modal domestik tengah lesu. Hingga Mei 2026, total penggalangan dana di pasar modal Indonesia telah mencapai Rp68,18 triliun dari 59 aksi penawaran umum.
Rincian pipeline tersebut mencakup 15 calon emiten yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui initial public offering (IPO) dengan nilai indikatif Rp3,67 triliun. Selain itu, terdapat 13 perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum terbatas (rights issue) senilai total Rp11,12 triliun. Sektor efek utang dan sukuk (EBUS) juga menunjukkan aktivitas tinggi, dengan satu perusahaan menerbitkan EBUS dan 46 perusahaan lainnya bersiap meluncurkan penawaran umum berkelanjutan EBUS senilai total Rp40,14 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa pasar modal domestik terus memainkan peran penting sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi sektor usaha dan pemerintahan.
Di sisi lain, jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah signifikan. Hingga Mei 2026, total investor mencapai 27,75 juta, dengan penambahan 1,26 juta investor atau tumbuh 36,27% secara year to date. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal meskipun tekanan global masih terasa. Hasan menambahkan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga, terlihat dari rata-rata spread bid dan ask yang rendah di level 1,5% pada Mei 2026, menandakan kondisi pasar yang kondusif.
Sementara itu, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) mengalami kenaikan rata-rata 5,61 basis poin secara month to month. Kenaikan ini dipicu oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global yang masih berlanjut. Di segmen securities crowdfunding (SCF), OJK mencatat total dana yang dihimpun mencapai Rp1,94 triliun dari 609 penerbit dan 18 penyelenggara. Dengan pipeline yang masif dan pertumbuhan investor yang solid, pasar modal Indonesia diproyeksikan tetap menjadi pilar penting dalam pembiayaan ekonomi nasional.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *