Emiten properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026, melonjak 82% secara tahunan (year-on-year). Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat Rp578 miliar, melesat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan akselerasi pengembangan kawasan PIK2 yang mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap fundamental keuangan perseroan.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menegaskan bahwa pencapaian awal tahun ini merupakan buah dari strategi jangka panjang yang dirancang sejak proses backdoor listing lima tahun lalu. Menurutnya, roadmap yang telah disusun mulai terwujud secara bertahap, terutama melalui injeksi aset yang dilakukan selama empat tahun terakhir. ‘Usaha kami melakukan asset injection mulai tercermin di laporan keuangan kuartal I-2026,’ ujarnya dalam keterangan resmi. Aguan juga menyoroti dukungan land bank yang luas, konektivitas via Tol KATARAJA, dan pengembangan kawasan NICE sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan PIK2.
Pertumbuhan pendapatan PIK2 didorong oleh penyerahan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang menjadi kontributor utama. Segmen ini mencatat pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya permintaan dari investor strategis dan pelaku usaha yang ingin mengamankan posisi di pusat bisnis baru. Selain itu, kontribusi juga berasal dari penjualan produk residensial seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, serta produk komersial seperti SOHO Manhattan dan Bizpark PIK. Kepercayaan pasar terhadap potensi PIK2 sebagai pusat ekonomi baru terus menguat, tercermin dari selektivitas investor dalam memilih lokasi strategis di kawasan tersebut.
Aguan optimistis bahwa dengan perspektif jangka panjang, PIK2 akan terus bertumbuh sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi. Capaian kuartal I-2026 menjadi indikator awal bahwa strategi pengembangan kawasan yang dijalankan sejak backdoor listing mulai menuai hasil nyata, dan diperkirakan akan berlanjut seiring rampungnya berbagai proyek infrastruktur pendukung.

