Konglomerasi Kembali Memimpin: IHSG Melonjak di Tengah Aksi Borong Selektif Pasca-Rebalancing

Emiten Internasional Nasional Riset Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Selasa (2/6), naik 1,11% ke level 6.195, didorong oleh aksi beli agresif pada saham-saham emiten konglomerasi. Beberapa nama besar seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melonjak 25%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 24,85%, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 24,60%. Dalam sepekan, BREN tercatat naik 18,28%, diikuti PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 17%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) 16,75%. Pergerakan ini menandai kembalinya minat investor pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya tertekan oleh arus keluar modal asing.

Menurut analis pasar, kenaikan tajam ini terutama dipicu oleh selective buying di tengah jenuhnya penurunan akibat rebalancing indeks MSCI dan FTSE. David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, menjelaskan bahwa ketika saham blue chip konvensional tertekan oleh foreign outflow, modal domestik dan investor agresif mengalihkan dana ke saham konglomerat yang memiliki volatilitas tinggi dan pergerakan harga dinamis. Sementara itu, Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa rebalancing MSCI yang efektif per 1 Juni telah mengakhiri tekanan forced selling mekanis, sehingga pasar langsung merespons dengan short covering agresif di saham-saham yang sebelumnya terkoreksi dalam.

Sentimen positif lainnya datang dari prospek hilirisasi dan proyek energi bersih. Komitmen ekspansi ke sektor energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik (EV), dan hilirisasi komoditas menjadi magnet bagi modal jangka panjang. Pendanaan hijau global, seperti fasilitas kredit keberlanjutan dari bank-bank asing senilai US$4 miliar yang membidik Indonesia, dinilai menjadi katalis pembiayaan segar bagi emiten konglomerasi. Namun, para analis mengingatkan bahwa keberlanjutan reli ini sangat tergantung pada munculnya katalis fundamental baru, mengingat tidak ada tekanan baru dari FTSE setidaknya hingga 22 Juni mendatang. Investor disarankan mencermati momentum ini dengan tetap waspada terhadap risiko volatilitas tinggi yang melekat pada saham-saham tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *