Emiten energi PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar US$87 juta atau setara Rp1,56 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6). Keputusan ini mencakup dividen interim sebesar US$42 juta yang telah dibayarkan pada November 2025 dengan nilai Rp28,4459 per saham, serta dividen final US$45 juta atau sekitar US$0,0018 per saham yang akan dibayarkan pada 3 Juli 2026.
Manajemen Medco menyatakan bahwa kebijakan dividen ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham, sembari tetap menjaga likuiditas dan fleksibilitas keuangan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Langkah ini juga dinilai positif oleh analis pasar karena mencerminkan kinerja keuangan 2025 yang solid, di tengah fluktuasi harga energi global.
Selain agenda dividen, RUPST menyetujui perubahan signifikan dalam jajaran direksi dan komisaris. Ronald Gunawan resmi menjabat sebagai direktur dan CEO menggantikan Roberto Lorato, yang kemudian beralih menjadi komisaris perseroan. Sebelumnya, Ronald menjabat sebagai direktur dan chief operating officer. Rotasi ini diyakini akan memperkuat strategi operasional Medco, terutama dalam mengelola portofolio aset migas dan ekspansi energi terbarukan.
Susunan dewan komisaris kini diketuai oleh Yani Y. Panigoro, dengan anggota Yaser Raimi A. Panigoro dan Roberto Lorato, serta komisaris independen Marsillam Simandjuntak dan Royke Tumilaar. Di sisi direksi, Hilmi Panigoro tetap menjabat sebagai direktur utama, didampingi Ronald Gunawan (direktur & CEO), Amri Siahaan (direktur & COO), Benny Setiawan (direktur & CFO), dan Sanjeev Bansal (direktur & chief growth officer).
Dalam agenda terakhir, pemegang saham menyetujui pengalihan 150 juta lembar saham hasil buyback tahun 2025 untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, komisaris, serta perusahaan anak dan afiliasi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas dan produktivitas tenaga kerja, sekaligus menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham dalam jangka panjang. Langkah ini juga menjadi sentimen positif bagi investor ritel karena memperkuat tata kelola perusahaan.