1. 1981.
    PT Bach Multi Global Tbk: Laba Nyaris 2 Kali Lipat dan Dengan Kontribusi dari PT Djarum
  2. 1982.
    Perusahaan Grup Djarum (BACH) Tetapkan Harga IPO Rp442
  3. 1983.
    ServiceTitan Saham Turun Seiring Penjualan Saham Eksekutif
  4. 1984.
    PharmaResearch Akuisisi Produsen Kosmetik AS, CG USA: Efek Positif pada IHSG
  5. 1985.
    Webull Akuisisi Pi Securities Thailand Senilai US$100 Juta
  6. 1986.
    PT Jobubu Jarum Minahasa Gelar RUPS Tahunan untuk Menetapkan Susunan Baru Direksi dan Komisaris
  7. 1987.
    UNTR Hentikan Buyback Saham dan Kembali dengan Dana Rp1,13 Triliun
  8. 1988.
    Barito Pacific dan Indofood CBP Memberikan Pembagian Dividen Sebesar Rp1,63 dan Rp265 Per Saham
  9. 1989.
    Chandra Asri Group Mengeksekusi Langkah Aksi Korporasi untuk Diversifikasi Operasional
  10. 1990.
    MSTR Saham Turun Terbatas Akibat Tekanan Bitcoin
  11. 1991.
    IHSG Sesi I Naik Lebih Dari 3% di Masa Penundaan Evaluasi MSCI
  12. 1992.
    MSCI Mempertahankan Status Indonesia, Investor Tetap Waspada
  13. 1993.
    DSI Eksportir Bisa Memberikan Tekanan Terhadap Sejumlah Emiten yang Ketergantungan pada Pasar Ekspor
  14. 1994.
    Gubernur Norsan Dorong Asuransi Askrida untuk Inovasi dan Tata Kelola yang Baik
  15. 1995.
    BEI Umumkan Daftar Pemantauan Emeni yang Berpotensi Delisting
  16. 1996.
    BRRC Rombak Susunan Pengurus: PT Raja Roti Cemerlang Tbk
  17. 1997.
    59 Emiten Berpotensi Delisting per Akhir Juni, Bursa Efek Indonesia Tetapkan Daftar
  18. 1998.
    RAJA Cum Date Rabu (1/7): Cek Profil Lengkap dan Kinerja Terbaru Emiten Gas
  19. 1999.
    IHSG Semester Kedua: Potensi Pulih dan Emiten Favorit
  20. 2000.
    Chandra Asri Group Ungkap Keterbukaan Informasi Sebesar Rp 6 Triliun: Saham CUAN Naik