1. 1951.
    Imexpharm Menunjuk Liu Family Sebagai Ketua dan Anggota Komite Setelah Afiliasi dengan Livzon Pharmaceutical Group
  2. 1952.
    QXO Menambah Anggota Dewan Direksi Setelah Akuisisi TopBuild
  3. 1953.
    KKR Menyerap Operasional Energi AS Utara dari EDF dengan Nilai $4,2 Miliar
  4. 1954.
    Chandra Asri Pacific Ungkap Keterbukaan Informasi, PT Bumi Serpong Damai Siapkan IPO
  5. 1955.
    DSC Holdings Debut di Pasar Sekuritasi Nasdaq dengan Harga Penawaran Terendah
  6. 1956.
    Erajaya Swasembada Bagikan Dividen Rp389,62 Miliar di RUPS
  7. 1957.
    IHSG Meroket Kembali: BUMI dan BBRI Muncul sebagai Top Gainer
  8. 1958.
    Fitch Ratings: Risiko Makroekonomi dan Regulasi Meningkatkan Risiko bagi Emiten
  9. 1959.
    Alasan Sebabnya, Saham Old Dominion Freight Line naik
  10. 1960.
    Mirae Asset: PT Merdeka Gold Resources Meningkatkan Akses Investasi Ke Indonesia Lewat Pencatatan Saham HKEX
  11. 1961.
    Pentingnya Pesta Dividen dan IPO di Pasar Modal Indonesia
  12. 1962.
    Sable Offshore Tetapkan Harga Penawaran Saham $300 Juta
  13. 1963.
    Bach Multi Global (BACH) Gelar IPO dengan Harga Rp 400-500 per Saham
  14. 1964.
    Prodia Diagnostic Line Melakukan IPO dengan Antusias dan Mendorong Pertumbuhan
  15. 1965.
    Sinda Tetapkan Harga Penawaran Umum ($12 per Saham) untuk IPO di Tanah Air
  16. 1966.
    BDx Data Centers Pertimbangkan IPO Untuk Ekspansi Ke Asia
  17. 1967.
    IMP: Liu Family Menjadi Ketua dan Anggota Komite di Imexpharm
  18. 1968.
    H.I.G. Capital Akuisisi Premier Forge Group: Impacinya Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
  19. 1969.
    INA Keberlanjutan Pasar Saham Bank di IKG
  20. 1970.
    Erajaya Swasembada Menyediakan Dividen Potensial dengan Yield Terbaik