1. 1941.
    Allo Bank Indonesia Memutuskan Pembagian Dividen
  2. 1942.
    Prodia Diagnostic Line Siapkan IPO dengan Antusias, Memperkuat Bisnis dalam Jangka Panjang
  3. 1943.
    Esa Medika Patok Harga Final IPO Rp470, Dapatkan Dana Rp245 Miliar
  4. 1944.
    MSCI Menandatangani Kepakaran Senilai US$120 Juta terhadap Perusahaan Data Risiko Iklim First Street
  5. 1945.
    MSCI Meningkatkan Kapasitas Data dengan Akuisisi First Street
  6. 1946.
    Akuisisi Beeline pada Perusahaan AI MagicBlocks Menyebabkan IHSG Melemah
  7. 1947.
    PT Surabaya Industrial Estate Rungkut Gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk Memberikan Apresiasi atas Capaian Kinerja yang Menjadi Contoh
  8. 1948.
    PT Indofood Sukses Makmur Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp290 per Saham
  9. 1949.
    FAPA Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp243,95 Miliar
  10. 1950.
    Menguatnya Harga CPO Membuka Peluang Positif bagi Emeten CPO di Bursa Efek Indonesia
  11. 1951.
    BUMI Jual Saham CPM kepada BRMS: Mengekspos Strategi Grup Bakrie
  12. 1952.
    Bursa Efek Indonesia Soroti Konsentrasi Saham Tinggi: DGWG Masuk Daftar HSC
  13. 1953.
    Direktur PT Esa Medika Blak-blakan Jangka Panjang IPO
  14. 1954.
    IHSG BEI ditutup menguat ikuti mayoritas bursa kawasan Asia
  15. 1955.
    RANS Entertainment Tetapkan Harga Final IPO di Batas Atas Rp170 per Saham – RCTI+
  16. 1956.
    Besok Masuk Masa Penawaran IPO RANS, Harga Dipatok Rp170
  17. 1957.
    BEI Ungkap Faktor Pemicu IPO Tak Semarak di Semester I/2026
  18. 1958.
    Imexpharm Menunjuk Liu Family Sebagai Ketua dan Anggota Komite Setelah Afiliasi dengan Livzon Pharmaceutical Group
  19. 1959.
    QXO Menambah Anggota Dewan Direksi Setelah Akuisisi TopBuild
  20. 1960.
    KKR Menyerap Operasional Energi AS Utara dari EDF dengan Nilai $4,2 Miliar