1. 1931.
    Saham Konsumen dan Ritel Mengejar Penurunan Harga
  2. 1932.
    BOK Financial Corporation Capai Rekor Tinggi Sejauh Ini
  3. 1933.
    Tren Penawaran Umum Perdana Suhu: BEI Tertekan
  4. 1934.
    Lime IPO Mencetak Permintaan Sebesar Enam Kali Lipat: RANS Incar Dana Rp429 Miliar
  5. 1935.
    Bending Spoons Dikabarkan Tetapkan Harga IPO di atas Kisaran $26-$28
  6. 1936.
    Blue Owl Akuisisi Sila Realty Trust Senilai Signifikan
  7. 1937.
    CMA CGM Akuisisi Unit FedEx Supply Chain Senilai US$1,4 Miliar: Profesional dan Mendalam
  8. 1938.
    Coastlands Capital LP Akuisisi Saham Adial Pharmaceuticals Senilai $65.000
  9. 1939.
    MTEL Bagikan Dividen Besar dengan Yield Menggiurkan
  10. 1940.
    Indomobil Sukses Internasional Tbk Tebar Dividen Minimalis Rp4 per Saham
  11. 1941.
    SIER Gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): Kinerja Bisnis yang Solid dan Laba Bersih Naik 56 Persen
  12. 1942.
    RUPS Tahunan PT Depo Bangunan Tebar Rp10,2 Miliar sebagai Momentum Perkuat Tata Kelola Perusahaan
  13. 1943.
    Micron Mencatatkan Laba yang Kuat Meskipun Harga Memori Turun
  14. 1944.
    Chandra Asri Group Tetap Mencetak Pertumbuhan Laba Meski Aktivitas Buyback Tidak Menunjukkan Efek Signifikan
  15. 1945.
    AstraZeneca Responkan Penyebab Kenaikan Saham di London
  16. 1946.
    Profil Saham COPT Defense Properties: Capai Tingkat Tertinggi dalam 52 Minggu
  17. 1947.
    Prodia Diagnostic Line Tetapkan Harga IPO Sebesar Rp120 Per Saham
  18. 1948.
    Allo Bank Indonesia Memutuskan Pembagian Dividen
  19. 1949.
    Prodia Diagnostic Line Siapkan IPO dengan Antusias, Memperkuat Bisnis dalam Jangka Panjang
  20. 1950.
    Esa Medika Patok Harga Final IPO Rp470, Dapatkan Dana Rp245 Miliar