1. 1921.
    Doncasters Tetapkan Harga IPO Saat IHSG Mengalami Penurunan
  2. 1922.
    Legal & General Membeli Kembali Saham: Impac positif pada Legal & General
  3. 1923.
    Bending Spoons Ditetapkan untuk IPO di Harga Lebih Tinggi
  4. 1924.
    BOK Financial Corporation Capai Rekor Tertinggi dengan Saham yang Lebih Tinggi
  5. 1925.
    Bending Spoons Revisi Harga Penawaran Awal IPO ke atas Rp28.000
  6. 1926.
    Persetujuan Turki Terhadap Akuisisi Bank: Freedom Holding Naik Signifikan
  7. 1927.
    Matson Mencapai Rekor Tertinggi: Pengaruh pada Indeks Saham Gabungan
  8. 1928.
    Matson Mencapai Rekor Tertinggi: Impak pada Indeks Saham Gabungan
  9. 1929.
    Lime naik 8% Setelah IPO Senilai $174 Juta
  10. 1930.
    Five Star Bancorp Melejitkan Sahamnya Ke Rekor Tertinggi
  11. 1931.
    Kroger Akuisisi Giant Eagle: Potensi Pertumbuhan Baru?
  12. 1932.
    CLEO Tetap Berkembang: Pembagian Dividen Rp60 Miliar Menegaskan Posisi Perusahaan
  13. 1933.
    State Street Umumkan Peningkatan Dividen Kuartalan menjadi Rp92 per Saham
  14. 1934.
    Allo Bank (BBHI) Memutuskan Bagikan Dividen Sebanyak Rp286,97 Miliar
  15. 1935.
    Saham Konsumen dan Ritel Mengejar Penurunan Harga
  16. 1936.
    BOK Financial Corporation Capai Rekor Tinggi Sejauh Ini
  17. 1937.
    Tren Penawaran Umum Perdana Suhu: BEI Tertekan
  18. 1938.
    Lime IPO Mencetak Permintaan Sebesar Enam Kali Lipat: RANS Incar Dana Rp429 Miliar
  19. 1939.
    Bending Spoons Dikabarkan Tetapkan Harga IPO di atas Kisaran $26-$28
  20. 1940.
    Blue Owl Akuisisi Sila Realty Trust Senilai Signifikan