EinsNews, JAKARTA – Dalam menghadapi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku pada April 2026, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berkomitmen untuk meningkatkan free float sahamnya menjadi minimum 15%. Hingga saat ini, emiten yang bergerak di sektor properti ini mencatatkan free float sebesar 12,5%. Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan bahwa perusahaan
EinsNews, JAKARTA – Dalam menghadapi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku pada April 2026, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berkomitmen untuk meningkatkan free float sahamnya menjadi minimum 15%. Hingga saat ini, emiten yang bergerak di sektor properti ini mencatatkan free float sebesar 12,5%. Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyatakan bahwa perusahaan akan terus berupaya untuk mencapai target tersebut secara bertahap.
Kebijakan BEI ini mewajibkan emiten untuk memiliki free float minimal 12,5% pada tahun 2027, dan 15% pada tahun 2028, khususnya bagi perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 miliar. Melihat data terkini, terdapat sekitar 24 emiten bank yang juga belum memenuhi ketentuan free float 15% yang ditetapkan. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar serta memberi kepercayaan lebih kepada investor.
Dengan batas waktu yang ditetapkan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk harus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan proporsi saham yang dapat diperdagangkan secara bebas. Ini menjadi tantangan penting bagi perusahaan, mengingat dampak langsungnya terhadap citra dan valuasi di pasar saham. Ketidakpatuhan terhadap kebijakan ini dapat mengakibatkan sanksi atau pembatasan bagi emiten di bursa, sehingga penting bagi CBDK untuk merencanakan dan melaksanakan strategi yang efektif dalam memenuhi ketentuan yang berlaku.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** CBDK
* **Sentimen Negatif:** –









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *