EinsNews, JAKARTA – Nagita Slavina tengah dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dan berpotensi menjadi pengendali baru perusahaan tersebut. Meskipun manajemen VISI menyatakan bahwa proses ini masih berada pada tahap awal dan belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional serta kondisi keuangan perusahaan, langkah ini memicu spekulasi di kalangan investor mengenai
EinsNews, JAKARTA – Nagita Slavina tengah dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dan berpotensi menjadi pengendali baru perusahaan tersebut. Meskipun manajemen VISI menyatakan bahwa proses ini masih berada pada tahap awal dan belum memberikan dampak signifikan terhadap operasional serta kondisi keuangan perusahaan, langkah ini memicu spekulasi di kalangan investor mengenai kemungkinan backdoor listing untuk RANS Entertainment. Rencana Initial Public Offering (IPO) RANS yang telah lama beredar namun belum terwujud semakin memperkuat asumsi ini.
Analisis dari tim periset PT BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa aksi akuisisi ini bersifat spekulatif dan event-driven, mengingat belum ada kepastian terkait nilai transaksi, struktur pengambilalihan, atau rencana bisnis pasca-akuisisi. Dalam jangka pendek, sentimen yang dibawa oleh figur publik seperti Nagita Slavina dapat meningkatkan volatilitas harga saham VISI. Namun, untuk periode menengah hingga panjang, arah pergerakan saham akan sangat bergantung pada kejelasan transaksi, potensi dilusi yang mungkin terjadi, serta fundamental bisnis yang akan diintegrasikan ke dalam entitas publik.
Pada perdagangan saham 12 Februari 2026, VISI mengalami tekanan jual yang signifikan, bahkan mencapai auto reject bawah (ARB), mencerminkan aksi sell on news setelah kenaikan harga lebih dari 300% dalam sebulan terakhir. Direktur Utama Satu Visi Putra, David Dwiputra, menegaskan bahwa kehadiran Nagita Slavina sebagai calon pengendali baru tidak akan memengaruhi kegiatan operasional, hukum, serta aspek keuangan perusahaan. Ia juga menambahkan bahwa manajemen masih berupaya memahami sepenuhnya tata cara pengisian Form E009 terkait Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dan/atau Perubahan Struktur Pemegang Saham.
Dalam konteks ini, pengumuman mengenai Ultimate Beneficial Ownership (UBO) masih menjadi sorotan, di mana David Dwiputra saat ini merupakan pemegang saham pengendali VISI. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi persepsi investor terhadap saham VISI, terutama jika akuisisi ini berjalan sesuai rencana.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** VISI









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *