Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 429 – {‘error’: {‘message’: ‘No deployments available for selected model, Try again in 5 seconds. Passed model=kimi-k2.6. pre-call-checks=False, cooldown_list=[]’, ‘type’: ‘None’, ‘param’: ‘None’, ‘code’: ‘429’}} Isi berita asli: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (9/6) di zona hijau dengan kenaikan 7,57% ke level 5.746,65. Penguatan
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 429 – {‘error’: {‘message’: ‘No deployments available for selected model, Try again in 5 seconds. Passed model=kimi-k2.6. pre-call-checks=False, cooldown_list=[]’, ‘type’: ‘None’, ‘param’: ‘None’, ‘code’: ‘429’}}
Isi berita asli:
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (9/6) di zona hijau dengan kenaikan 7,57% ke level 5.746,65.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham BBRI yang naik 7,72%, BMRI sebesar 10,24%, serta TLKM yang menguat 11,49%. Sementara itu, saham MPRO turun 8,53%, MPMX terkoreksi 14,49%, dan MSIN melemah 1,72% sehingga menjadi penekan pergerakan indeks.
Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp2,59 triliun di pasar reguler dan Rp2,45 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, seluruh sektor berhasil ditutup menguat dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan sebesar 9,97%.
Dari pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat berlangsung beragam. Dow Jones menguat 0,17% ke level 50.872, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,26% menjadi 7.386 dan Nasdaq turun 0,97% ke posisi 25.678.
Kenaikan IHSG terjadi di tengah munculnya aksi beli selektif seiring rencana pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten BUMN. Meski demikian, arus keluar dana asing yang masih berlangsung menunjukkan sentimen pasar domestik belum sepenuhnya membaik. Di sisi lain, indeks yang merepresentasikan saham Indonesia di pasar luar negeri turut menguat, tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 7,41% dan MSCI Indonesia sebesar 7,97%.
IPCM mengalokasikan belanja modal sebesar Rp74 miliar pada 2026 untuk mendukung pengadaan armada baru. Nilai tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan investasi perseroan yang mencapai Rp148,8 miliar.
Perseroan memperkirakan proses pembangunan kapal tunda baru membutuhkan waktu sekitar 28 bulan. Hingga kuartal I-2026, IPCM telah mengoperasikan 68 kapal tunda, 31 kapal pandu, dan empat kapal kepil.
Selain memperkuat armada, IPCM juga menyiapkan langkah ekspansi bisnis melalui pengembangan layanan di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Upaya tersebut dilakukan dengan mempererat kerja sama dengan para mitra. Saat ini terdapat 2.349 fasilitas TUKS dan Tersus yang terdiri atas 947 TUKS dan 1.402 Tersus di berbagai wilayah.
NISP resmi menandatangani perjanjian jual beli saham pada 8 Juni 2026 untuk mengambil alih 20% kepemilikan PT Great Eastern Life Indonesia dari The Great Eastern Life Assurance Company Limited. Transaksi tersebut bernilai Rp201,98 miliar.
Akuisisi tersebut menjadi bagian dari pembentukan konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia. Dalam struktur tersebut, OCBC NISP akan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keua… [content truncated]













Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *