Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 402 – {‘error’: {‘message’: “litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: OpenAIException – We’re unable to verify your membership benefits at this time. Please ensure your membership is active.No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]”, ‘type’: ‘invalid_request_error’, ‘param’: None, ‘code’: ‘402’}}
Isi berita asli:
Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID – Raksasa farmasi Inggris GSK mengumumkan akuisisi perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, Nuvalent, senilai US$10,6 miliar atau sekitar Rp190,2 triliun.
Mengutip Reuters pada Selasa (9/6/2026), GSK akan membeli Nuvalent dengan harga sekitar US$124 per saham atau premi sekitar 40% dibanding harga penutupan sebelumnya.
Bagi investor, transaksi ini memperlihatkan tren yang semakin kuat di industri farmasi global, yakni perusahaan besar berlomba mengakuisisi pengembang obat inovatif untuk mempercepat pertumbuhan.
Baca Juga: China Kian Ketat Awasi Investasi Offshore, Apa Dampaknya bagi Investor? Mengapa GSK Membeli Nuvalent?
Nuvalent dikenal sebagai perusahaan yang mengembangkan terapi kanker paru-paru berbasis target molekuler.
Dua kandidat obat utamanya, zidesamtinib dan neladalkib, saat ini berada pada tahap akhir pengembangan dan menunggu keputusan regulator Amerika Serikat.
Jika memperoleh persetujuan, kedua obat tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi GSK dalam beberapa tahun mendatang.
Akuisisi ini juga membantu GSK memperkuat portofolio onkologi di tengah persaingan dengan perusahaan farmasi besar lain seperti AstraZeneca. Tren yang Dicermati Investor
Dalam beberapa tahun terakhir, sektor farmasi menjadi salah satu industri yang aktif melakukan merger dan akuisisi.
Mengembangkan obat baru membutuhkan waktu panjang dan biaya yang sangat besar. Karena itu, banyak perusahaan farmasi memilih membeli perusahaan bioteknologi yang sudah memiliki kandidat obat menjanjikan daripada memulai riset dari nol.
Bagi investor, aktivitas akuisisi seperti ini sering dipandang sebagai indikator bahwa suatu teknologi atau terapi memiliki prospek komersial yang menarik.
Baca Juga: Sebelum Beli Bitcoin, Investor Perlu Tahu Ancaman dari Booming Saham AI Apa Dampaknya bagi GSK?
GSK menilai akuisisi Nuvalent akan memperkuat lini bisnis kanker yang saat ini menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
Selain menambah portofolio produk, transaksi ini diharapkan membantu GSK menjaga pertumbuhan pendapatan ketika sejumlah produk lama mulai menghadapi tekanan akibat berakhirnya perlindungan paten.
Perusahaan memperkirakan akuisisi tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap penjualan dan laba operasional dalam beberapa tahun ke depan setelah proses integrasi selesai. Pelajaran bagi Investor
Kasus GSK dan Nuvalent menunjukkan bahwa inovasi masih menjadi faktor utama dalam menciptak… [content truncated]









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *