Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah institusi keuangan regional justru melihat peluang untuk memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia meski dinamika pasar keuangan Tanah Air sepanjang tahun ini cukup tinggi.
CIMB Group Holdings Berhad misalnya menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia sekaligus membuka peluang aksi korporasi melalui merger dan akuisisi (M&A).
Chief Executive Officer CIMB Group, Novan Amirudin mengatakan optimismenya terhadap prospek jangka panjang Indonesia. “Bagi investor yang melihat potensi jangka panjang Indonesia, tentu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk,” ujar Novan dilansir Bloomberg, Rabu (10/6/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa salah satu kelompok perbankan terbesar di Asia Tenggara tersebut yakin bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor regional maupun global.
CIMB tetap optimis terhadap peluang bisnis di Indonesia meskipun kondisi pasar saat ini cukup menantang dan investor masih memperhatikan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah. Bagi CIMB, situasi ini justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan usahanya.
Baca Juga: CIMB Niaga Akui Bisnis Trade Finance Terdampak Pelemahan Rupiah
Saat ini, CIMB sedang menilai beberapa aset dan peluang bisnis yang dapat memperkuat posisinya di Indonesia, terutama di bidang pengelolaan kekayaan (wealth management) dan layanan keuangan khusus lainnya. Menurut Novan, pihaknya juga terbuka untuk masuk ke sektor bisnis yang lebih spesifik dan belum dimiliki saat ini
Rencana ekspansi ini sejalan dengan tren penggabungan dan konsolidasi yang masih terjadi di industri perbankan Asia Tenggara. Indonesia dinilai tetap menjadi pasar yang menarik karena memiliki jumlah penduduk yang besar, sektor jasa keuangan yang terus berkembang, serta kebutuhan pendanaan yang semakin tinggi untuk pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi.
Saat ini CIMB Group sudah hadir di Indonesia lewat PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Asetnya per Maret 2026 mencapai Rp 368,22 triliun dengan total oustanding pembiayaan mencapai Rp 235,14 triliun.
Saat ini, Bank CIMB Niaga sedang dalam proses memisahkan unit usaha syariahnya menjadi bank umum syariah yang berdiri sendiri seiring dengan aset UUS tersebut yang sudah di atas Rp 50 triliun, tepatnya mencapai Rp 58,81 triliun per Maret 2026.
Baca Juga: CIMB Niaga Cetak Laba Rp 2,27 Triliun hingga April 2026
Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandj… [content truncated]









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *