Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pergerakan beragam pada perdagangan Senin (8/6) dengan indeks berbasis teknologi memimpin penguatan. Meskipun Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi tipis 0,16% ke level 50.786,01, S&P 500 berhasil naik 0,30% menjadi 7.405,73 dan Nasdaq Composite melesat 0,86% ke 25.929,66. Aksi beli ini dipicu oleh investor yang memanfaatkan pelemahan tajam pekan lalu
Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pergerakan beragam pada perdagangan Senin (8/6) dengan indeks berbasis teknologi memimpin penguatan. Meskipun Dow Jones Industrial Average (DJIA) terkoreksi tipis 0,16% ke level 50.786,01, S&P 500 berhasil naik 0,30% menjadi 7.405,73 dan Nasdaq Composite melesat 0,86% ke 25.929,66. Aksi beli ini dipicu oleh investor yang memanfaatkan pelemahan tajam pekan lalu untuk melakukan pembelian saham murah, khususnya di sektor teknologi dan semikonduktor.
Sektor teknologi S&P 500 menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 1,5%, sementara Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX) melonjak 5,6%—pulih signifikan dari kerugian sebelumnya. Saham-saham produsen chip mendominasi reli, dengan Intel (INTC.O) melonjak 11,2% setelah laporan bahwa Google (Alphabet) telah memesan lebih dari 3 juta unit tensor processing unit (TPU) untuk produksi tahun 2028. Marvell Technology (MRVL.O) juga mencatat kenaikan 9,6% setelah dikonfirmasi akan masuk ke dalam indeks acuan S&P 500 mulai 22 Juni.
Menurut Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, pergerakan hari ini mencerminkan aksi berburu saham murah setelah aksi jual besar-besaran pada saham teknologi. Pekan lalu, indeks Wall Street sempat mengalami tekanan akibat kinerja Broadcom (AVGO.O) yang mengecewakan serta data ketenagakerjaan AS untuk Mei yang jauh lebih kuat dari ekspektasi. Data tersebut memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga tahun ini, mendorong aksi jual di saham-saham pertumbuhan. Meskipun demikian, saham Broadcom sendiri pulih 2,8% pada perdagangan Senin.
Di sisi geopolitik, investor juga mendapat angin segar dari pernyataan Iran dan Israel yang sepakat menghentikan serangan setelah Presiden AS Donald Trump mendesak gencatan senjata. Konfrontasi yang berlangsung selama 24 jam sebelumnya merupakan yang paling langsung antara kedua negara sejak April lalu. Penghentian permusuhan ini meredakan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Volume perdagangan di bursa AS tercatat moderat, dengan total saham yang ditransaksikan 15,2 miliar lembar, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir. Analis menilai bahwa reli saat ini masih rentan terhadap sentimen makro, terutama menjelang rilis data inflasi AS pekan depan. Investor tetap mencermati prospek suku bunga dan ketegangan geopolitik sebagai faktor penentu arah pasar jangka pendek.












Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *