Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Jayapura (ANTARA) – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Papua menyetorkan dividen sebesar Rp2,68 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sebagai kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil kinerja perusahaan tahun buku 2025.
Direktur Umum Jamkrida Papua Desty Pongsikabe di Jayapura, Senin, mengatakan nilai dividen yang disetorkan mencapai Rp2,68 miliar atau sekitar 65 persen dari laba perusahaan yang mencapai Rp4,14 miliar.
“Kontribusi terhadap PAD tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,3 miliar sehingga menunjukkan kinerja perusahaan yang terus membaik,” katanya.
Menurut Desty, laporan keuangan Jamkrida Papua juga telah diaudit oleh kantor akuntan publik dan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP), yang menjadi indikator pengelolaan keuangan perusahaan berjalan baik dan sesuai ketentuan.
“Meski kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan, kami mampu mencatat laba yang melampaui target yang ditetapkan pada 2025 sebesar Rp2,2 miliar,” ujar dia.
Dia menjelaskan pihaknya akan terus memperkuat pengembangan bisnis melalui perluasan layanan, peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak, serta penguatan tata kelola perusahaan dan sumber daya manusia.
“Dan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar bersama Pemprov Papua pada Rabu 3 Juni 2026, kami juga memaparkan sejumlah langkah strategis, termasuk rencana pembukaan kantor penerbitan sertifikat penjaminan di berbagai wilayah Tanah Papua,” katanya lagi
Dia menambahkan untuk itu beberapa daerah yang menjadi sasaran pengembangan layanan tersebut antara lain Kabupaten Keerom, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Kota Jayapura, Sarmi, Merauke, Sorong, dan Manokwari guna memperluas akses layanan penjaminan kredit bagi pelaku usaha.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Chistian Sohilait mengatakan Jamkrida Papua merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang sehat karena mampu memberikan dividen kepada pemerintah daerah melebihi target yang ditetapkan.
“Seluruh rencana bisnis yang telah disusun perusahaan berhasil direalisasikan dengan baik, termasuk pengembangan jangkauan layanan yang kini telah menjangkau sejumlah wilayah di Tanah Papua,” katanya.
Menurut Chistian, pihaknya mengimbau pelaku usaha di Papua memanfaatkan layanan penjaminan kredit yang disediakan Jamkrida Papua agar semakin banyak usaha lokal memperoleh akses modal dan berkembang secara berkelanjutan.
Pewarta : Qadri Pratiwi
… [content truncated]









Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *