Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membagikan dividen tunai Rp21,9 triliun – atau sekitar Rp221 per lembar – untuk tahun buku 2025.
Alokasi ini lebih tinggi 4,3% dari alokasi dividen tahun buku 2024 sebesar Rp21 triliun atau Rp212,5 per lembar. Padahal, laba bersih TLKM tercatat menyusut 20,5% secara tahunan pada tahun 2025 menjadi Rp17,8 triliun.
TLKM pun harus merogoh Rp4,2 triliun sisanya dari saldo laba ditahan Perseroan pada tahun buku sebelumnya untuk menggenapi alokasi dividen kali ini.
Dengan demikian, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) TLKM untuk tahun 2025 mencapai sekitar 123%, dan memecahkan rekor tertingginya sepanjang masa, menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com.
Sebagai catatan, pada tahun buku 2024, TLKM juga menyiapkan dividen dengan alokasi terbesar terhadap laba bersihnya (payout ratio) dalam 5 tahun terakhir – tepat setelah masuknya Danantara ke dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2025 lalu.
Kini, PT Danantara Asset Management menguasai 51,57% saham TLKM, dan diproyeksi menerima bagian dividen hingga Rp11,3 triliun untuk tahun buku 2025.
Sementara itu, The Bank of New York Mellon DR menggenggam 5,93% saham TLKM dan akan menerima dividen Rp1,3 triliun. Kemudian, dividen yang akan dibagikan kepada masyarakat mencapai total Rp9,22 triliun dari bagian saham 42,13%.
Mengutip siaran resmi TLKM, Senin (8/6), dividen akan dibayarkan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026, dengan recording date Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 19 Juni 2026.
Direktur Utama TLKM Dian Siswarini menyampaikan bahwa dalam penentuan alokasi dividen, TLKM tetap mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat,” tegas Dian.
“Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” pungkasnya. (ZH)








Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *