Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
JAKARTA, KOMPAS.com – Implementasi Liquidity Provider (LP) Saham menjadi salah satu langkah strategis PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat kualitas dan likuiditas perdagangan saham, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi melalui perdagangan yang lebih likuid, efisien, dan transparan.
Program ini diharapkan dapat mendukung perdagangan yang lebih efisien melalui penyediaan kuotasi beli dan jual yang lebih konsisten di pasar oleh LP saham. Dengan demikian, investor dapat lebih mudah melakukan transaksi, sekaligus mendukung proses pembentukan harga yang lebih optimal.
BEI mencatat respons dan minat anggota bursa (AB) terhadap program LP saham menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini, terdapat dua perusahaan sekuritas yang telah melakukan kuotasi LP saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas yang mulai berpartisipasi pada 4 Mei 2026.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan penambahan partisipasi AB mencerminkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP saham.
“Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di bursa,” ujar Jeffry lewat keterangan pers, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Revisi UU P2SK Sah, Jalan Demutualisasi BEI Resmi Terbuka
Ke depan, BEI berharap jumlah anggota bursa yang bergabung dalam program ini terus bertambah, seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan skema LP di pasar modal Indonesia.
Adapun pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas dilakukan terhadap lima saham, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
BEI mencatat, pada periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi LP, sejumlah saham tersebut menunjukkan peningkatan rata-rata harian nilai transaksi.
Persentase kenaikannya berkisar antara 25,98 persen hingga 119,44 persen. Hasil tersebut menunjukkan potensi LP dalam meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus likuiditas di pasar.
“Kami melihat bahwa kegiatan LP saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” tambah Jeffrey.
Baca juga: Saham Tekom … [content truncated]















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *