EinsNews, NEW YORK — Nilai saham dan aset kripto terus mengalami koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, lebih dari 2,5 triliun dolar AS lenyap dari pasar Amerika Serikat dalam sepekan. Bitcoin merosot ke posisi 59.141 dolar AS, anjlok 7% dalam sehari, sekaligus menjadi level terendah sejak Februari 2026. Padahal, pada akhir 2025, aset kripto
EinsNews, NEW YORK — Nilai saham dan aset kripto terus mengalami koreksi signifikan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, lebih dari 2,5 triliun dolar AS lenyap dari pasar Amerika Serikat dalam sepekan. Bitcoin merosot ke posisi 59.141 dolar AS, anjlok 7% dalam sehari, sekaligus menjadi level terendah sejak Februari 2026. Padahal, pada akhir 2025, aset kripto terbesar itu masih diperdagangkan di kisaran 64.320 dolar AS.
Tekanan jual kian terasa setelah MicroStrategy, perusahaan investasi yang menjadi pemegang bitcoin institusional terbesar dengan kepemilikan 843.706 koin per 1 Juni 2026, mengumumkan mulai melepas sebagian asetnya. Meskipun pelepasan ini hanya setara 0,004% dari total aset mereka, langkah tersebut ditangkap sebagai sinyal negatif oleh pasar. Terakhir kali MicroStrategy melakukan penjualan bitcoin adalah pada 2022, sehingga aksi ini memicu aksi jual besar-besaran di kalangan investor.
Fenomena penjualan paksa (leveraged liquidation) turut memperburuk situasi. Dilaporkan ada pelepsan paksa aset kripto senilai 1,1 triliun dolar AS yang ditransaksikan menggunakan pinjaman dengan jaminan kredit. Ketika harga turun drastis, posisi margin terancam sehingga likuidasi massal tak terhindarkan. Pialang senior AS, Peter Schiff, menilai bahwa koreksi ini bukan semata-mata karena MicroStrategy, melainkan akibat harga aset kripto yang terlalu overvalued. Menurutnya, nilai wajar bitcoin sekitar 20.000 dolar AS, dan pasar sedang menuju titik keseimbangan.
Sementara itu, analis Standard & Chartered, Geoffrey Kendrick, memperkirakan tekanan jual masih berlanjut selama harga bitcoin bertahan di bawah 60.000 dolar AS. Namun, ia juga mengantisipasi adanya potensi pembelian kembali oleh MicroStrategy di tengah kejatuhan harga. Dampak koreksi ini sudah terlihat pada saham MicroStrategy yang tercatat anjlok 26% sepanjang 2026, seiring terkikisnya valuasi perusahaan yang sangat bergantung pada performa bitcoin.












Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *