EinsNews, Jakarta – Rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) oleh grup PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) milik Prajogo Pangestu memasuki babak baru. Entitas anak CUAN, PT Petrosea Tbk. (PTRO), akan memainkan peran sentral dalam pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue SINI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni
EinsNews, Jakarta – Rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) oleh grup PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) milik Prajogo Pangestu memasuki babak baru. Entitas anak CUAN, PT Petrosea Tbk. (PTRO), akan memainkan peran sentral dalam pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue SINI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026. Langkah ini menandai perubahan strategi akuisisi dari negosiasi langsung menjadi partisipasi aktif dalam aksi korporasi emiten target.
Dalam skema yang diungkapkan manajemen SINI, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), entitas anak CUAN lainnya, telah mengalihkan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya kepada PTRO. Pengalihan ini memungkinkan PTRO mengambil bagian atas 142,41 juta saham baru yang diterbitkan dalam rights issue tersebut. Selain itu, PTRO juga ditunjuk sebagai pembeli siaga (standby buyer), yang akan menyerap sisa saham yang tidak dibeli pemegang saham lain hingga maksimal 116,18 juta saham. Dengan demikian, grup CUAN berpotensi meningkatkan kepemilikannya secara signifikan di SINI melalui mekanisme ini.
Proses negosiasi antara CUAN dan pemegang saham pengendali SINI telah berlangsung sejak Desember 2025 hingga Mei 2026, mencakup struktur transaksi, jumlah saham yang diakuisisi, harga, dan target penyelesaian. Pengumuman awal mengenai dimulainya negosiasi dilakukan pada 29 Desember 2025, namun perkembangan terbaru menunjukkan bahwa akuisisi akan dieksekusi melalui rights issue, bukan pembelian langsung. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi CUAN untuk mengkonsolidasikan kepemilikan tanpa harus melalui mekanisme tender offer yang rumit.
Dari sisi pasar, langkah ini memperkuat posisi grup Prajogo Pangestu di sektor pertambangan dan jasa terkait, mengingat SINI bergerak di bidang properti dan investasi yang dapat disinergikan dengan portofolio CUAN dan PTRO. Rights issue yang akan datang tidak hanya menjadi ajang penguatan kendali, tetapi juga potensi katalis positif bagi harga saham SINI dan CUAN jika investor merespons optimistis terhadap strategi ekspansi ini. Jadwal pelaksanaan rights issue pada Juli 2026 akan menjadi momen krusial yang patut dicermati oleh pelaku pasar.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *