728 x 90

Oracle Mendominasi Infrastruktur AI: Pendapatan IaaS Melonjak 84% di Kuartal III Fiskal 2026

Oracle Mendominasi Infrastruktur AI: Pendapatan IaaS Melonjak 84% di Kuartal III Fiskal 2026

Oracle kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global. Pada kuartal III tahun fiskal 2026, pendapatan dari layanan Infrastructure as a Service (IaaS) perusahaan melonjak hingga 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan permintaan komputasi awan untuk beban kerja AI, seiring perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah berlomba

Oracle kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global. Pada kuartal III tahun fiskal 2026, pendapatan dari layanan Infrastructure as a Service (IaaS) perusahaan melonjak hingga 84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan permintaan komputasi awan untuk beban kerja AI, seiring perusahaan-perusahaan besar dan pemerintah berlomba membangun kapasitas pemrosesan data berskala masif.

Analis dari TS Lombard memperkirakan bahwa Amerika Serikat akan menginvestasikan sekitar 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kecerdasan buatan dan infrastruktur pusat data pada tahun 2026, yang setara dengan hingga 800 miliar dolar AS. Investasi ini jauh melampaui negara-negara lain dan sebanding dengan proyek infrastruktur publik berskala besar seperti pembangunan jalan tol atau jaringan listrik nasional. Oracle, dengan layanan cloud-nya yang dioptimalkan untuk AI, menjadi salah satu penerima manfaat utama dari gelombang belanja modal ini.

Dari sisi pasar saham, kabar ini menjadi katalis positif bagi harga saham Oracle. Investor melihat pertumbuhan pendapatan IaaS yang eksplosif sebagai sinyal bahwa perusahaan mampu bersaing dengan raksasa cloud seperti Amazon Web Services dan Microsoft Azure, terutama di segmen AI yang membutuhkan latensi rendah dan skalabilitas tinggi. Margin keuntungan dari layanan IaaS Oracle juga dinilai lebih sehat karena fokus pada pelanggan enterprise yang bersedia membayar premium untuk keandalan dan keamanan data.

Ke depan, Oracle diperkirakan akan terus memperluas kapasitas pusat datanya, termasuk pembangunan fasilitas baru di beberapa negara. Dengan komitmen belanja AI global yang mencapai ratusan miliar dolar, posisi Oracle sebagai pemasok infrastruktur AI kritis tampaknya akan semakin kokoh. Para analis merekomendasikan untuk mencermati laporan keuangan kuartal berikutnya guna melihat apakah momentum pertumbuhan IaaS ini dapat berlanjut seiring dengan potensi persaingan harga di industri cloud.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos