EinsNews, NEW YORK — SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dikabarkan menargetkan valuasi sebesar US$1,75 triliun atau setara Rp31.535 triliun dalam penawaran saham perdana (IPO) yang dijadwalkan pekan depan. Jika terealisasi, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal global, mengalahkan rekor-rekor sebelumnya. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang diterbitkan perusahaan,
EinsNews, NEW YORK — SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dikabarkan menargetkan valuasi sebesar US$1,75 triliun atau setara Rp31.535 triliun dalam penawaran saham perdana (IPO) yang dijadwalkan pekan depan. Jika terealisasi, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal global, mengalahkan rekor-rekor sebelumnya. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang diterbitkan perusahaan, sehingga dana hasil penawaran akan masuk sepenuhnya ke kas perusahaan untuk mendanai ekspansi dan proyek-proyek ambisiusnya.
Dalam skema IPO yang tidak konvensional ini, pemegang saham lama tidak diperkenankan menjual saham mereka pada tahap awal. Mereka kemungkinan baru bisa melakukannya setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartalan pasca-pencatatan saham. SpaceX menargetkan penggalangan dana minimal US$75 miliar (Rp1.351 triliun) dari penawaran utama, dengan opsi greenshoe sebesar 15% jika permintaan investor melonjak. Model serupa pernah diterapkan oleh Rivian saat IPO pada 2021, namun jarang digunakan oleh perusahaan sebesar SpaceX. Langkah ini juga disertai upaya mempercepat masuknya saham perusahaan ke indeks Nasdaq 100 setelah resmi tercatat.
Para analis menilai daya tarik utama IPO ini tidak hanya berasal dari bisnis roket dan satelit SpaceX, tetapi juga dari sosok Elon Musk. Rekam jejaknya dalam membangun perusahaan raksasa seperti Tesla turut meningkatkan antusiasme investor. Meski demikian, valuasi SpaceX dinilai sulit dihitung karena tidak memiliki pembanding langsung di bursa. Investor harus mencermati kombinasi unik antara bisnis peluncuran roket, jaringan internet satelit Starlink yang sudah menguntungkan, serta proyek-proyek teknologi masa depan seperti Starship.
Saat ini, Starlink menjadi lini bisnis paling menguntungkan bagi perusahaan, sementara dua unit usaha lainnya masih membutuhkan investasi besar. Roadshow atau presentasi kepada calon investor dijadwalkan segera dimulai, meski rincian penawaran masih bisa berubah tergantung respons pasar. IPO ini akan membuka akses langka bagi investor publik untuk memiliki saham perusahaan antariksa yang sebelumnya hanya tersedia di pasar privat, menandai babak baru dalam demokratisasi investasi sektor teknologi tinggi.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *