728 x 90

IHSG Anjlok Hampir 40% dari Rekor, OJK Yakinkan Fundamental Emiten Tetap Kuat

IHSG Anjlok Hampir 40% dari Rekor, OJK Yakinkan Fundamental Emiten Tetap Kuat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan signifikan, dengan penurunan hampir 40% dari level tertinggi sepanjang masa. Pada penutupan perdagangan Jumat, indeks berada di posisi 5.594,76, merosot 4,2% dalam sehari dan 8,73% dalam sepekan. Sebagai perbandingan, IHSG sempat menyentuh rekor 9.134,70 pada 20 Januari lalu, sehingga koreksi saat ini telah mencapai 38,75%—kondisi yang memicu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan signifikan, dengan penurunan hampir 40% dari level tertinggi sepanjang masa. Pada penutupan perdagangan Jumat, indeks berada di posisi 5.594,76, merosot 4,2% dalam sehari dan 8,73% dalam sepekan. Sebagai perbandingan, IHSG sempat menyentuh rekor 9.134,70 pada 20 Januari lalu, sehingga koreksi saat ini telah mencapai 38,75%—kondisi yang memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menilai koreksi tajam tersebut merupakan respons pasar terhadap kombinasi faktor eksternal dan internal. Meskipun volatilitas meningkat, ia mengimbau investor untuk bersikap rasional dan objektif, serta mengedepankan analisis yang matang. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada informasi yang valid, termasuk laporan keuangan emiten yang telah terverifikasi.

Ironisnya, di tengah tekanan jual yang masif, OJK justru melihat fundamental pasar modal Indonesia masih cukup solid. Berdasarkan laporan keuangan triwulan I 2026, mayoritas emiten mencatatkan pertumbuhan laba agregat lebih dari 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat transaksi dan likuiditas pasar saham domestik juga masih tergolong tinggi, menandakan bahwa minat investor institusi maupun ritel belum sepenuhnya pudar.

Hasan menambahkan bahwa data fundamental tersebut bersifat historis, sehingga perlu dikombinasikan dengan proyeksi ke depan dan identifikasi risiko yang berkembang. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus melakukan langkah-langkah pengawasan untuk menjaga stabilitas pasar. Investor diharapkan menjadikan data kinerja emiten sebagai salah satu pijakan dalam merumuskan strategi investasi jangka panjang di tengah tingginya ketidakpastian global saat ini.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos