728 x 90

Pipeline IPO Masih Deras, Realisasi di 2026 Baru Satu Emiten

Pipeline IPO Masih Deras, Realisasi di 2026 Baru Satu Emiten

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penggalangan dana korporasi di pasar modal mencapai Rp68,18 triliun secara year-to-date per 29 Mei 2026. Angka tersebut berasal dari berbagai instrumen, termasuk saham, obligasi, dan aksi korporasi lainnya. Dalam pipeline tercatat sebanyak 75 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp64,26 triliun, menunjukkan bahwa antusiasme korporasi untuk memanfaatkan pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penggalangan dana korporasi di pasar modal mencapai Rp68,18 triliun secara year-to-date per 29 Mei 2026. Angka tersebut berasal dari berbagai instrumen, termasuk saham, obligasi, dan aksi korporasi lainnya. Dalam pipeline tercatat sebanyak 75 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp64,26 triliun, menunjukkan bahwa antusiasme korporasi untuk memanfaatkan pasar modal masih tinggi.

Fokus utama tertuju pada pipeline initial public offering (IPO) saham yang dihuni oleh 15 calon emiten dengan perkiraan dana terkumpul Rp3,67 triliun. Namun, realisasi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama Januari hingga Mei 2026 baru satu emiten, yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang melantai pada 10 April dan menghimpun dana Rp304 miliar. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya mengenai laju realisasi di tengah derasnya antrean.

Selain saham, instrumen efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) juga memiliki satu calon dalam pipeline dengan nilai estimasi Rp2 triliun. Sepanjang tahun berjalan, OJK mencatat enam EBUS telah terealisasi dengan total dana Rp4,30 triliun. Sementara untuk rights issue, terdapat 13 efek dalam antrean senilai Rp11,12 triliun, namun realisasi baru satu aksi dengan nilai Rp0,14 triliun. Sisanya, 46 rencana penawaran umum berkelanjutan (PUB) EBUS senilai Rp40,14 triliun juga masih mengantre.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa pipeline IPO dan efek lainnya masih berjalan sesuai jadwal. Pihak bursa saat ini gencar mendorong calon perusahaan tercatat, manajemen, dan underwriter untuk mempercepat proses. Nyoman optimistis bahwa jumlah realisasi akan meningkat seiring dengan komitmen para pihak untuk segera menyelesaikan persyaratan. Dengan potensi dana yang masih menganggur di pipeline, pasar modal Indonesia diproyeksikan tetap menjadi andalan pembiayaan korporasi sepanjang 2026.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos