728 x 90

BCA Bagikan Dividen Interim Tiga Kali pada 2026, Pembayaran Perdana Rp20 per Saham

BCA Bagikan Dividen Interim Tiga Kali pada 2026, Pembayaran Perdana Rp20 per Saham

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan rencana pembagian dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun buku 2026, dengan termin pertama mulai dibayarkan pada kuartal II-2026. Langkah ini merupakan terobosan baru bagi perseroan yang sebelumnya hanya membagikan dividen final tahunan, dan menunjukkan komitmen untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada pemegang saham. Direksi BCA, dengan persetujuan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan rencana pembagian dividen interim sebanyak tiga kali sepanjang tahun buku 2026, dengan termin pertama mulai dibayarkan pada kuartal II-2026. Langkah ini merupakan terobosan baru bagi perseroan yang sebelumnya hanya membagikan dividen final tahunan, dan menunjukkan komitmen untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada pemegang saham.

Direksi BCA, dengan persetujuan dewan komisaris, menetapkan dividen interim termin pertama sebesar Rp20 per saham. Keputusan ini didasarkan pada soliditas kinerja keuangan hingga kuartal I-2026, termasuk pertumbuhan kredit 5,6% year-on-year menjadi Rp994 triliun dan dana giro serta tabungan (CASA) yang tumbuh 11,2% menjadi Rp1.089 triliun. Laba bersih perseroan dan entitas anak pada periode yang sama mencapai Rp14,7 triliun, memperkuat posisi likuiditas dan permodalan.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan bahwa pembagian dividen interim ini mempertimbangkan kondisi keuangan yang memungkinkan, termasuk kualitas aset yang terjaga dan pengembangan bisnis ke depan. Ia menambahkan, jumlah dividen untuk termin selanjutnya diperkirakan akan sama dengan termin pertama, sepanjang kinerja keuangan tetap positif. Realisasi ini diharapkan dapat menambah arus kas bagi pemegang saham dan menjadi sinyal stabilitas laba di tengah ekspansi kredit.

Dari sisi pasar, langkah BCA membagikan dividen interim secara triwulanan dapat meningkatkan daya tarik saham BBCA bagi investor jangka panjang yang mengincar pendapatan rutin. Analis juga memandang kebijakan ini sebagai indikasi manajemen yang proaktif dalam mengoptimalkan alokasi laba, tanpa mengorbankan kebutuhan modal untuk pertumbuhan kredit. Dengan tingkat capital adequacy ratio (CAR) yang masih solid, BCA dinilai memiliki ruang yang cukup untuk menjaga keseimbangan antara dividen dan ekspansi bisnis.

Pembagian dividen interim termin pertama pada kuartal II-2026 akan diperhitungkan dengan dividen final tahun buku 2026 yang akan dibayarkan setelah RUPST mendatang. Investor diharapkan memperhatikan jadwal cum date dan payment date yang akan diumumkan lebih lanjut oleh perseroan dalam keterbukaan informasi di bursa.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos