Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei 2026, terdapat 75 rencana penawaran umum saham yang masih dalam tahap pipeline, termasuk 15 initial public offering (IPO) dengan nilai indikatif mencapai Rp3,65 triliun. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa pasar modal domestik terus berperan sebagai sumber pembiayaan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei 2026, terdapat 75 rencana penawaran umum saham yang masih dalam tahap pipeline, termasuk 15 initial public offering (IPO) dengan nilai indikatif mencapai Rp3,65 triliun. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa pasar modal domestik terus berperan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang vital bagi korporasi dan pemerintah.
Realisasi penghimpunan dana di pasar modal hingga periode yang sama tercatat sebesar Rp68,18 triliun. Rinciannya, satu aksi IPO telah merealisasikan dana sebesar Rp300 miliar, satu penawaran umum terbatas (PUT) menghimpun Rp140 miliar, enam penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) menyerap Rp4,3 triliun, serta 51 penerbitan PUB EBUS Tahap I dan II mencapai Rp63,44 triliun.
Adapun dalam pipeline OJK, selain 15 IPO senilai Rp3,65 triliun, terdapat 13 korporasi yang berencana melakukan PUT dengan nilai Rp11,12 triliun, satu rencana EBUS senilai Rp2 triliun, dan 46 rencana penerbitan PUB EBUS Tahap I dan II sebesar Rp7,47 triliun. Antrean IPO ini mencerminkan optimisme korporasi terhadap prospek pasar modal serta potensi likuiditas yang masih berlimpah, sehingga menarik bagi investor yang mencari peluang penawaran saham perdana di sektor-sektor strategis.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *