PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUJI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp1 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp659 juta, mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham meskipun dalam jumlah
PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUJI) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp1 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai Rp659 juta, mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham meskipun dalam jumlah yang relatif kecil.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, dividen tersebut setara dengan 41,19 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,6 miliar. Rasio pembayaran ini menunjukkan bahwa sebagian besar laba masih ditahan untuk kebutuhan operasional dan ekspansi ke depan. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat mencapai Rp368,86 miliar, dengan total ekuitas perseroan sebesar Rp511,26 miliar.
Pembagian dividen ini akan dilakukan pada awal Juli 2026, tepatnya setelah melalui tahapan pencatatan. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan atau recording date, yaitu 17 Juni 2026. Jadwal ini memberikan waktu yang cukup bagi investor untuk memastikan kepemilikan sahamnya tercatat sebelum batas akhir.
Kebijakan dividen mini ini menarik untuk dicermati, terutama di tengah kondisi industri properti yang masih menantang. Meskipun nilai dividen tergolong kecil, langkah ini dapat diartikan sebagai sinyal positif bahwa perseroan tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan pemegang saham. Namun, investor perlu mewaspadai potensi dampak jangka pendek terhadap likuiditas saham PUJI di pasar, mengingat dividen yang minim mungkin tidak cukup menarik bagi investor yang mencari imbal hasil tinggi.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *