728 x 90

Grab Kuasai 50,47% Saham Super Bank Indonesia, Emtek Pertahankan Status Pengendali

Grab Kuasai 50,47% Saham Super Bank Indonesia, Emtek Pertahankan Status Pengendali

EinsNews, JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait akumulasi kepemilikan saham oleh Grab. Head of Legal and Corporate Secretary SUPA, Astrid Abina Carolin, mengonfirmasi bahwa Grab kini menguasai lebih dari separuh saham perseroan. Rinciannya, kepemilikan langsung mencapai 32,81% melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB

EinsNews, JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait akumulasi kepemilikan saham oleh Grab. Head of Legal and Corporate Secretary SUPA, Astrid Abina Carolin, mengonfirmasi bahwa Grab kini menguasai lebih dari separuh saham perseroan. Rinciannya, kepemilikan langsung mencapai 32,81% melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dan A5-DB Holdings Pte Ltd, serta kepemilikan tidak langsung sebesar 17,66% melalui GXS Bank Pte Ltd. Dengan demikian, total kepemilikan Grab mencapai 50,47%, termasuk bagian saham Singtel yang telah dialihkan kepada Grab.

Dalam penjelasannya, Astrid menegaskan bahwa perhitungan tersebut telah memperhitungkan hak suara Grab di GXS Bank sebesar 60%, sehingga seluruh hak suara GXS Bank dapat diatribusikan kepada Grab. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa Grup Emtek melalui PT Elang Media Visitama (EMV) tetap memegang status sebagai pemegang saham pengendali SUPA. ‘EMV akan tetap menjadi pemegang saham pengendali pasca pengambilalihan saham dari Singtel ke GXS Bank dan mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham pengendali langsung perseroan,’ ujar Astrid dalam keterangan resmi.

Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham bulanan yang disampaikan ke BEI pada akhir April 2026, EMV tercatat menguasai 27,59% saham SUPA secara langsung. Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham perseroan adalah Eddy K. Sariaatmadja dan Anthony Tan Ping Yeow. Struktur kepemilikan yang unik ini menunjukkan bahwa Grab memiliki porsi saham mayoritas, namun kendali operasional dan strategis tetap berada di tangan Emtek. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dinamika tata kelola yang kompleks, di mana keputusan strategis mungkin memerlukan keseimbangan antara kepentingan dua pemegang saham dominan.

Dari perspektif pasar, situasi ini menjadi sorotan investor karena mencerminkan pertarungan pengaruh antara raksasa teknologi dan konglomerat media di sektor perbankan digital. Meskipun Grab secara matematis menguasai hak suara mayoritas, status pengendali Emtek mengindikasikan adanya mekanisme kontrol tertentu yang mungkin diatur dalam perjanjian pemegang saham. Ke depannya, arah pengembangan Super Bank Indonesia akan menjadi kunci: apakah akan lebih agresif mengadopsi ekosistem Grab atau tetap mempertahankan strategi yang selaras dengan visi Emtek. Investor disarankan mencermati perkembangan lebih lanjut, terutama terkait potensi perubahan susunan direksi dan komisaris yang dapat mempengaruhi kinerja saham SUPA.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos