EinsNews, JAKARTA — SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, bersiap melantai di bursa saham Amerika Serikat dalam waktu dekat dengan valuasi mencapai sekitar USD 1,77 triliun. Berdasarkan prospektus terbaru, perusahaan menetapkan harga IPO sebesar USD 135 per saham. Langkah ini diproyeksikan akan mendorong kekayaan bersih Musk melampaui angka triliuner, mengingat kepemilikannya yang signifikan di SpaceX.
EinsNews, JAKARTA — SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, bersiap melantai di bursa saham Amerika Serikat dalam waktu dekat dengan valuasi mencapai sekitar USD 1,77 triliun. Berdasarkan prospektus terbaru, perusahaan menetapkan harga IPO sebesar USD 135 per saham. Langkah ini diproyeksikan akan mendorong kekayaan bersih Musk melampaui angka triliuner, mengingat kepemilikannya yang signifikan di SpaceX.
Kepemilikan saham Musk di SpaceX saat ini memiliki nilai teoritis sekitar USD 866,5 miliar. Apabila IPO berjalan sesuai rencana, hak suara Musk di perusahaan akan melebihi 82%, meskipun ia diwajibkan menahan seluruh sahamnya selama 366 hari setelah penawaran. Periode penguncian ini dinilai memberikan insentif bagi Musk untuk memastikan kesuksesan jangka panjang SpaceX. Setelah masa tersebut, ia bebas menjual seluruh atau sebagian kepemilikannya.
IPO SpaceX terjadi 16 tahun setelah Tesla, perusahaan kendaraan listrik lainnya yang dipimpin Musk, melantai di bursa. Saat ini, nilai saham Tesla yang dimiliki Musk mencapai sekitar USD 355 miliar, ditambah opsi saham yang bernilai lebih dari USD 100 miliar. Fluktuasi saham Tesla yang sempat anjlok 65% pada 2022 dan kembali meroket turut memengaruhi total kekayaan Musk, yang saat ini diperkirakan mencapai USD 826 miliar—jauh di atas pesaing terdekatnya.
Jika SpaceX resmi tercatat di Nasdaq dengan valuasi yang diharapkan, Musk akan memimpin dua dari delapan perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat. SpaceX akan melampaui Tesla dan Meta dalam jajaran perusahaan dengan kapitalisasi triliunan dolar. Meski demikian, dari sisi pendapatan, SpaceX masih jauh tertinggal. Tahun lalu, perusahaan hanya membukukan penjualan USD 18,67 miliar, sedangkan Meta dan Tesla masing-masing mencatat pendapatan lebih dari USD 200 miliar dan hampir USD 95 miliar.
Para analis menilai IPO ini akan menjadi ujian bagi fundamental bisnis SpaceX di tengah valuasi yang sangat tinggi. Namun, prospek pertumbuhan sektor antariksa dan kedekatan Musk dengan pemerintahan AS memberikan optimisme tersendiri. Keputusan Musk untuk mempertahankan kendali mayoritas juga menjadi sinyal kuat bahwa ia akan terus memegang kendali strategis perusahaan.














Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *