728 x 90

Tekanan Jual Massal IHSG: Saham Konglomerasi Merugi Hingga 27,9%

Tekanan Jual Massal IHSG: Saham Konglomerasi Merugi Hingga 27,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang sangat masif sejak akhir Mei lalu, merosot dari level 6.127,38 ke posisi 5.681,54 pada perdagangan hari ini. Pelemahan sebesar 2,71% ini dipicu oleh efek rebalancing indeks yang memicu realokasi portofolio besar-besaran, serta tekanan tambahan dari pelemahan rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS—melemah signifikan dari posisi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang sangat masif sejak akhir Mei lalu, merosot dari level 6.127,38 ke posisi 5.681,54 pada perdagangan hari ini. Pelemahan sebesar 2,71% ini dipicu oleh efek rebalancing indeks yang memicu realokasi portofolio besar-besaran, serta tekanan tambahan dari pelemahan rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS—melemah signifikan dari posisi Rp17.000 pada awal April. Ketidakpastian makroekonomi yang tinggi turut memperberat laju indeks.

Di tengah koreksi pasar yang agresif, saham-saham yang berafiliasi dengan grup konglomerasi besar menjadi salah satu sektor yang paling terpukul. Data pergerakan harga kumulatif hingga 5 Juni menunjukkan PT Akrie & Brothers Tbk (BNBR) memimpin daftar pelemahan dengan koreksi harga mencapai -27,91%. Disusul ketat oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang anjlok -21,89%, dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yang turun -21,88%. Emiten raksasa lain seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga masing-masing melemah -21,02% dan -17,53%.

Meskipun demikian, koreksi ini tidak bersifat universal. Sejumlah emiten konglomerasi lain justru mampu bertahan di zona hijau, didukung oleh fundamental perusahaan yang solid, aksi korporasi strategis, atau katalis sektoral spesifik. Hal ini menegaskan bahwa efek rebalancing tidak selalu berdampak negatif secara merata, dan pelaku pasar tetap selektif terhadap emiten dengan volatilitas tinggi. Ke depan, pergerakan IHSG masih akan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah dan sentimen global yang mempengaruhi aliran modal asing.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos