728 x 90

IHSG Terjun Bebas Hampir 3%: Kombinasi Sentimen Eksternal dan Arus Keluar Asing Jadi Biang Kerok

IHSG Terjun Bebas Hampir 3%: Kombinasi Sentimen Eksternal dan Arus Keluar Asing Jadi Biang Kerok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dengan pelemahan hampir 3% yang dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham perbankan berkapitalisasi raksasa. Berdasarkan data bursa, hingga pukul 10.27 WIB, indeks merosot 158,44 poin atau 2,71% ke level 5.681,35, dengan nilai transaksi mencapai Rp8,45 triliun dari 11,83

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mengalami tekanan berat pada perdagangan Jumat (5/6/2026), dengan pelemahan hampir 3% yang dipicu oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham perbankan berkapitalisasi raksasa. Berdasarkan data bursa, hingga pukul 10.27 WIB, indeks merosot 158,44 poin atau 2,71% ke level 5.681,35, dengan nilai transaksi mencapai Rp8,45 triliun dari 11,83 miliar saham yang berpindah tangan. Saham BBCA menjadi pemicu utama setelah ambles 4,15% ke Rp5.200, disusul BBNI yang terjun 3,22% ke Rp3.310.

Pengamat pasar modal menilai penurunan ini bukan disebabkan oleh memburuknya fundamental emiten, melainkan kombinasi sentimen eksternal, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap derasnya arus keluar dana asing. Menurut Elandry Pratama, saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI merupakan konstituen utama indeks dengan likuiditas tinggi, sehingga kerap menjadi sasaran aksi jual saat pelaku pasar mengurangi risiko atau melakukan rebalancing portofolio. Ia menegaskan tekanan saat ini lebih didorong oleh market sentiment dan capital flow jangka pendek, bukan perubahan pada kinerja operasional bank yang masih relatif solid.

Analis lain, Herditya Wicaksana menambahkan bahwa IHSG masih berada dalam fase downtrend yang kuat dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang valid. Target koreksi indeks diperkirakan berada di rentang 5.395–5.412, sementara arus keluar dana asing semakin deras tercatat mencapai Rp1,27 triliun dalam satu hari perdagangan sebelumnya dan secara year-to-date telah menembus Rp57,6 triliun. Investor disarankan mencermati pergerakan rupiah dan aliran modal asing sebagai indikator utama pemulihan pasar dalam waktu dekat.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos