728 x 90

SpaceX Tembus Valuasi US$1,75 Triliun, Namun S&P 500 Tetap Tolak Masuk Indeks Akibat Aturan Profitabilitas

SpaceX Tembus Valuasi US$1,75 Triliun, Namun S&P 500 Tetap Tolak Masuk Indeks Akibat Aturan Profitabilitas

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, bersiap melantai di bursa dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$1,75 triliun. Namun, langkah sensasional ini tidak serta-merta membuka pintu masuk ke indeks saham paling bergengsi di dunia, S&P 500. S&P Dow Jones Indices secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan mempertahankan aturan kelayakan yang ketat, sehingga secara efektif menghalangi SpaceX

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, bersiap melantai di bursa dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$1,75 triliun. Namun, langkah sensasional ini tidak serta-merta membuka pintu masuk ke indeks saham paling bergengsi di dunia, S&P 500. S&P Dow Jones Indices secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka akan mempertahankan aturan kelayakan yang ketat, sehingga secara efektif menghalangi SpaceX untuk bergabung dalam indeks tersebut dalam waktu dekat.

Aturan yang menjadi batu sandungan adalah persyaratan profitabilitas. Untuk bisa masuk ke S&P 500, sebuah perusahaan harus mencatat keuntungan pada kuartal terakhir dan secara kumulatif dalam empat kuartal sebelumnya. SpaceX membukukan kerugian bersih sebesar US$4,94 miliar pada tahun 2025. S&P juga menegaskan bahwa tidak akan ada pengecualian hanya berdasarkan kapitalisasi pasar, meskipun valuasi SpaceX melambung tinggi. Keputusan ini membuat reksa dana indeks yang mengelola aset triliunan dolar tidak akan secara otomatis membeli saham SpaceX, setidaknya dalam dua belas bulan ke depan.

Nasdaq mengambil langkah yang berbeda. Indeks tersebut justru mempercepat aturan mereka untuk memasukkan SpaceX ke dalam Nasdaq 100 segera setelah listing. Langkah ini memaksa reksa dana indeks yang mengikuti Nasdaq 100 untuk membeli sebagian besar saham publik SpaceX, menyediakan permintaan institusi yang signifikan. Hal ini menjadi angin segar bagi SpaceX, meskipun ketiadaan dukungan dari S&P 500 mengurangi total eksposur investor secara luas.

Dari sisi aset kripto, keputusan S&P ini memberikan dampak unik. Dokumen S-1 SpaceX mengungkapkan kepemilikan 18.712 Bitcoin dengan modal pembelian sebesar US$661 juta. Artinya, setiap pembeli saham SpaceX secara otomatis terekspos ke Bitcoin, baik disadari maupun tidak. Dengan masuk ke Nasdaq 100 namun tidak ke S&P 500, jumlah investor yang mendapatkan eksposur tidak langsung ini menjadi lebih kecil dibandingkan jika SpaceX bisa masuk indeks dengan skema fast-track.

Meskipun S&P 500 menutup pintu, SpaceX masih memiliki peluang untuk masuk ke indeks lain. S&P mengonfirmasi akan mengubah syarat masuk untuk Total Market Index mereka yang lebih luas dan Dow Jones US Total Stock Market Index. Selain itu, FTSE Russell telah menjadikan SpaceX memenuhi syarat untuk indeks saham global melalui aturan fast-entry. Ini memberikan jalur alternatif bagi SpaceX untuk menarik modal institusional, meskipun tanpa prestise dan likuiditas S&P 500.

Avatar photo
Eins AI
EDITOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos