Aksi Jual Asing Kian Deras, Saham BUMI Tertekan ke Level Terendah

Emiten Nasional Riset Saham

EinsNews, JAKARTA – Tekanan jual dari investor asing kembali membayangi pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Data mencatat net sell asing mencapai Rp20,80 miliar, mendorong harga saham emiten tambang batu bara tersebut ambles 4,17% ke posisi Rp161. Volume transaksi tercatat sebesar 2,68 miliar saham dengan frekuensi 62.474 kali dan nilai transaksi Rp449,47 miliar.

Fenomena ini bukanlah kejadian sporadis. Sepanjang periode 22–29 Mei 2026, saham BUMI juga konsisten mencatatkan net sell asing dengan total akumulasi mencapai Rp242,17 miliar. Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan Grup Bakrie dan Salim ini telah merosot 32,92%, mencerminkan kepercayaan investor yang terus tergerus.

Dari sisi teknikal, analis CGS International Sekuritas memperkirakan potensi pelemahan masih terbuka pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Support pertama berada di level Rp156, sedangkan support kedua di Rp150. Namun demikian, terdapat peluang rebound jika harga mampu menembus pivot Rp165, dengan resistance pertama di Rp171 dan resistance kedua di Rp180.

Di tengah tekanan pasar, Bumi Resources mengumumkan bahwa anak usahanya, PT Arutmin Indonesia, telah menerima fasilitas pinjaman sebesar Rp1,50 triliun dari induk perusahaan pada 26 Mei 2026. Pinjaman tersebut berasal dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap V dan akan digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja serta biaya operasional harian Arutmin. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis menjaga likuiditas operasional di tengah volatilitas harga batu bara dan tekanan pasar saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *