Saham Oracle terus menurun setelah penurunan signifikan sepanjang tahun ini. Menurut kementerian investasi Citi, penurunan tersebut lebih disebabkan oleh faktor teknis daripada fundamental yang mendasari saham. Namun, penelitian menyatakan bahwa meski saham turun 23% dalam tahun ini dan ada kekhawatiran peringkat kredit, Oracle diperkirakan akan tetap tumbuh di masa depan. Di luar sana, kontraksi pasar yang berlangsung juga menunjukkan potensi rebound untuk saham Oracle. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga saham yang kuat, namun konsensus masih meyakini bahwa valuasi saham tersebut belum cukup diundur. Dengan itu, analisis menilai bahwa saham Oracle tetap merupakan pilihan investasi dengan potensi rebound dalam beberapa bulan ke depan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** ORCL
*Tanggal Source Berita: Jumat, 28 Agustus 2026 22:52:33 WIB*