Pada Rabu, 24 Juni 2026, saham PT Bank Central Asia Tbk (BCAA), atau BCA, mengalami penurunan hingga 6,33% menjadi Rp 5.550 per lembar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 1,62%. Penurunan tersebut diiringi oleh tekanan dari saham-saham energi serta IPO RANS Incar dana Rp429 miliar. Dalam konteks ini, BCA menunjukkan geliat positif dengan asing melakukan aksi beli senilai Rp 358,2 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, harga saham BCA menguat sepanjang periode tersebut. Dalam sebulan terakhir, BBRI naik 3,5% dan selama year to date turun 19,2%. Ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG melemah, asing masih optimis pada BCA.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAA
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Jumat, 28 Agustus 2026 12:35:14 WIB*