Peluang Saham Blue Chip Buat Pemula: Cek Keuntungan & Hindari Risikonya!

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA — Bagi investor pemula, melangkah ke pasar modal terasa membingungkan dengan berbagai opsi emiten yang ditawarkan. Saham blue chip bisa menjadi salah satu opsi saham yang memiliki pertumbuhan nilai dan kapitalisasi yang jumbo.

Seorang investor yang berinvestasi dalam pasar modal dihadapi dengan berbagai opsi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Terdapat berbagai jenis saham yang terdiri dari emiten besar dan dikenal sebagai saham “Blue chip”.

Melansir dari BEI, saham blue chip adalah suatu saham yang memiliki harga relatif tinggi dan setara dengan nilai buku per saham yang juga umumnya relatif tinggi.

Saham blue chip berasal dari perusahaan besar dan biasanya memiliki banyak saham di BEI sehingga memiliki kapitalisasi pasar saham yang cukup besar.

Saham blue chip memiliki perhitungan indeks harga saham yang digabungkan ke dalam indeks saham LQ 45. LQ 45 adalah sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid (aktif diperdagangan). Sesuai namanya, terdapat 45 saham yang terdaftar di dalam indeks ini dan terdiri dari saham-saham blue chip dengan kapitalisasi yang besar.

Karakteristik saham blue chip lainnya, yaitu harga saham yang relatif tinggi dengan kenaikan yang stabil. Namun, dikarenakan harga saham yang relatif tinggi, investor berkemungkinan tidak dapat membeli saham dalam jumlah yang besar karena keterbatasan modal.

Selain itu, saham blue chip juga memiliki karakteristik yang sudah terkait dengan brand yang sudah berdiri lama dan kuat. Secara keuangan saham blue chip juga biasanya sudah mapan dan stabil sehingga emiten-emitennya biasanya membagikan keuntungan kepada investor setiap tahun. Investor juga masih berkesempatan menghasilkan dividen walaupun harga volatilitas saham rendah.

Apa Saja Emiten Utama Saham Blue Chip di Indonesia?

Saham blue chip dengan penopang utama IHSG, kapitalisasi pasar yang besar, dan laba bersih yang konsisten, yaitu dari sektor perbankan. Sektor perbankan dengan emiten utama, yaitu PT Bank Central Asia (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Terdapat juga dari sektor kebutuhan pokok sehari-hari dengan emiten utama, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sementara itu, terdiri juga dari sektor infrastruktur dengan emeten utama, berupa PT Telkom Indonesia (Persero)… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 16:56:20 WIB*