PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) telah memperkenalkan mekanisme pembelian kembali saham sebagai bagian dari rencana penggabungan usaha dengan dua anak perusahaannya. Upaya ini mengeksekusi upaya pemasangan MTEL dalam persaingan untuk merangkul industri menara telekomunikasi. Dalam konteks ini, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Daniel Aditya Widjaja mengatakan konsolidasi dapat menjadi peluang bagi industri setelah pertumbuhan permintaan menara dan penambahan penyewa atau tenant cenderung moderat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi tumpang tindih aset setelah konsolidasi dinilai relatif terbatas, dengan MTEL lebih banyak memiliki aset di luar Jawa, sedangkan TBIG memiliki eksposur yang lebih besar di Jawa. Dengan rasio penyewaan menara atau tenancy ratio mencapai sekitar 1,61 kali, kombinasi kedua perusahaan dinilai memiliki kecocokan. Selain itu, peluang pertumbuhan dapat berasal dari siklus belanja modal jaringan generasi kelima atau 5G oleh operator telekomunikasi. Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas masih mempertahankan pandangan Neutral terhadap sektor infrastruktur telekomunikasi. Untuk saham, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga Rp 670 per saham dan rekomendasi Trading Buy untuk TBIG dengan target harga Rp 1.700 per saham.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** MTEL, TBIG
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 11:45:45 WIB*