Pada 10 Juli 2026, Intel, perusahaan chip asal Amerika Serikat (AS), menarik perhatian investor setelah analis saham populer Jim Cramer merekomendasikan sahamnya sebagai favorit. Meski begitu, harga saham Intel turun usai rekomendasi tersebut.
Pada 30 Juni 2026, PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), sebuah perusahaan chip yang berbasis di Indonesia, membayar dividen sebesar Rp1,43 per saham dari laba bersih tahun 2025. Rekomendasi Jim Cramer ini tampaknya tidak cukup memacu permintaan terhadap saham Intel.
Sementara itu, pada 23 Juli 2026, Intel mencatatkan kenaikan sebesar 11% setelah laba pertumbuhan kuartalan melampaui ekspektasi dan pendapatan meningkat 25%, diiringi oleh dorongan permintaan dari pasar AI. Namun, rekomendasi Jim Cramer yang positif tersebut masih belum cukup menahan penurunan harga saham Intel.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** INTC
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 10:47:22 WIB*