IHSG Melonjak, 5 Saham Mentok ARA

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat sebesar 116 poin (1,81%) ke level 6.521,7 pada penutupan perdagangan, Kamis (27/8/2026).

Sejumlah saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 terpantau menguat, yang paling tinggi penguatannya adalah saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 6,67%.

Selain itu, terdapat 5 saham kompak mentok Auto Rejection Atas (ARA) di antaranya, saham BIKE, KETR, NICK, CBUT, dan LIFE.

Saham-saham lainnya juga melonjak dan masuk top gainers, yakni saham GRPH hingga CBUT dengan lonjakan harga 24% sampai 25%.

Sebanyak 578 saham terpantau naik, 103 saham turun, dan 282 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 13,18 triliun.

Seluruh sektor saham melemah pada penutupan pasar hari ini, dengan pelemahan terdalam pada sektor perindustrian sebesar 3,95%.

Selanjutnya, pelemahan pada sektor barang konsumen non-primer 3,79%, sektor kesehatan 3,76%, sektor energi 3,2%, sektor properti 2,86%, sektor transportasi 2,84%, sektor infrastruktur 2,83%, sektor barang baku 2,33%, sektor barang konsumen primer 1,56%, sektor teknologi 1,18%, dan sektor keuangan 0,79%,

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pasar regional masih dibayangi sejumlah sentimen global. Salah satunya perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Iran dan Oman mencapai kesepakatan terkait alokasi bagian masing-masing dari perairan Selat Hormuz. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak turun.

Pilarmas menambahkan, pelaku pasar juga menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan Jackson Hole pada akhir pekan ini. Meskipun Warsh diperkirakan tidak memberikan indikasi yang jelas mengenai keputusan kebijakan The Fed pada September.

Dari dalam negeri, Pilarmas menambahkan, penguatan IHSG hari ini dinilai merespons perkembangan terkait calon Gubernur Bank Indonesia yang hasil uji kepatutan dan kelayakannya akan diumumkan DPR pada Kamis sore. Kepastian figur pimpinan BI dapat memberikan gambaran mengenai kesinambungan kebijakan moneter, mitigasi risiko, stabilitas nilai tukar, serta efektivitas kebijakan makroprudensial.

Di sisi lain, Pilarmas menyebutkan, pelaku pasar masih mewaspadai aksi demonstrasi yang berlangsung hari ini. Aksi tersebut antara lain menuntut dan mendesak parlemen mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

Follow Channel Telegram Official kami untuk … [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 16:25:28 WIB*