Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah terbatas pada perdagangan, Kamis (27/8/2026).
Pada perdagangan Rabu (26/8/2026) IHSG ditutup melemah sebesar 95,98 poin atau 1,48% ke level 6.405. Sektor transportasi (4,15%) berada di posisi terendah.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.320-6.440,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasan, Kamis (27/8/2026).
Di tengah tekanan rasa khawatir pelaku pasar dan investor terhadap dengan demo yang digelar hari ini, beberapa data dari Amerika pun memberikan sebuah gambaran bagaimana inflasi yang terjadi saat ini.
US Personal Income mengalami kenaikkan dari sebelumnya 0,2% menjadi 0,4%, namun yang menariknya US Personal Spending mengalami penurunan dari sebelumnya 0,3% menjadi 0,2%. Begitupun dengan US Real Personal Spending yang mengalami penurunan dari sebelumnya 0,4% menjadi 0%. Sedangkan untuk US Personal Consumption mengalami kenaikkan dari sebelumnya 3,2% menjadi 3,4%.
Hal ini memberikan gambaran bahwa inflasi naik sesuai dengan ekspektasi, namun dalam kisaran yang stabil sehingga memberikan ruang yang cukup bagi The Fed untuk menahan tingkat suku bunga mereka, setidaknya pada pertemuan bulan September mendatang.
Selain itu, pertumbuhan pendapatan yang melebihi pengeluaran, memberikan kesempatan kembali kepada masyarakat untuk mulai menabung. Dimana tingkat tabungan pribadi naik dari sebelumnya 2,6% menjadi 3%, meskipun masih jauh dari rata-rata jangka panjang.
US PCE Price Index MoM mengalami kenaikkan dari sebelumnya -0,1% menjadi 0,2%, begitupun dengan YoY yang tidak berubah di level 3,7%. Sedangkan untuk US Core PCE Price Index MoM naik dari sebelumnya 0,1% menjadi 0,2%, sedangkan untuk YoY tidak berubah di level 3,3%.
Sejauh ini dari sisi inflasi yang menjadi perhatian pelaku pasar dan investor juga stabil di kisaran yang sama. Inflasi perawatan kesehatan mengalami kenaikkan sebanyak 0,2%, atau lebih tinggi daripada yang kami proyeksikan. Permintaan konsumen yang lemah, memberikan tekanan melemah pada barang-barang diskresioner, terutama karena pariwisata akibat piala dunia mulai berkurang.
Peningkatan pengeluaran konsumen, didominasi oleh sektor jasa, sementara pengeluaran barang secara umum mengalami penurunan. Jasa yang mengalami kenaikkan antara lain, jasa keuangan dan asuransi, perawatan kesehatan, dan pe… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 27 Agustus 2026 07:11:42 WIB*