BYAN Tertekan Hingga 6,95% Dari Rumor Akuisisi Haji Isam

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengeluarkan pernyataan menegaskan bahwa hingga saat ini perseroannya tidak memiliki informasi mengenai rencana pengambilalihan atau akuisisi saham sekitar 62,2% dari BYAN oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Menurut Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero, perusahaan tidak mengetahui adanya rencana tersebut dan telah melaporkan keterbukaannya kepada Bursa Efek Indonesia pada tanggal yang sama.

Sementara itu, berdasarkan data perdagangan RTI Business, harga saham BYAN anjlok hingga 6,95% akibat rumor tersebut. Rumor mengenai potensi pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham perusahaan oleh Haji Isam telah menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran di pasar modal.

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Sekretaris Pendiri Indonesia Anti-Warning (IAW) Iskandar Sitorus mengingatkan bahwa rumor belum bisa dianggap sebagai fakta transaksi dan harus menjadi momentum untuk memastikan mekanisme pengawasan berjalan sesuai ketentuan. IAW juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam hal pihak pengendali jika terjadi perubahan kepemilikan saham, termasuk penggunaan holding, SPV atau konsorsium dalam struktur transaksi.

Dalam konteks ini, rumor akuisisi Haji Isam telah menimbulkan sentimen negatif yang signifikan terhadap harga saham BYAN. Bahkan, jika perusahaan memang diambil alih oleh Haji Isam, sebagian besar pemegang saham akan mengalami kerugian sekitar 62 persen dari nilai saham mereka, menurut estimasi.

Pemilik dan manajemen BYAN berupaya untuk menjaga stabilitas harga saham dengan mengumumkan bahwa perusahaan belum memperoleh informasi resmi mengenai rencana pengambilalihan atau akuisisi tersebut. Namun, mereka juga menekankan pentingnya keterbukaan dan transparansi dalam menghadapi berbagai rumor di pasar modal.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BYAN

*Tanggal Source Berita: Rabu, 26 Agustus 2026 15:42:46 WIB*