BBCA: Investor Asing Catat Net Buy Rp 2,15 Triliun

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,15 triliun dari investor asing dalam periode 1 Juli hingga 24 Agustus 2026. Ini merupakan konsisten dengan tren ‘net buy’ yang telah berlangsung sejak awal bulan dan mencapai total transaksi beli bersih sebesar Rp 2,15 triliun selama dua bulan terakhir. Periode tersebut juga melibatkan pembagian dividen interim kedua untuk tahun buku 2026 dengan total nilai sekitar Rp 3,07 triliun.

Saham BBCA menandai pelemahan tipis sebesar 0,78% ke level Rp 6.400 pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, setelah perlahan-lahan menguat di awal bulan. Investor asing memperkuat saham BBCA dengan pembelian bersih sebesar Rp 17,25 miliar dalam periode tersebut.

BBCA telah menetapkan “cum date” dividen interim pada 28 Agustus 2026 dan pembayaran dijadwalkan pada tanggal yang sama. Pemegang saham utama BBCA, seperti Grup Djarum dengan Dwimuria Investama Andalan sebagai pemegang saham terbesar (54,94%), juga telah dipastikan mendapatkan dividen interim. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan permodalan dan likuiditas yang solid dari bank.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBCA
* **Sentimen Negatif:** –

*Tanggal Source Berita: Rabu, 26 Agustus 2026 12:30:56 WIB*